Connect with us

Tanah Papua

Persoalan Sengketa Tanah Pelabuhan Poumako,Ini Penjelasan Bupati Mimika

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob akhirnya angkat bicara tentang persoalan sengketa tanah Pelabuhan Poumako, Timika, Mimika, Papua Tengah yang hingga kini tak kunjung selesai.

Seperti diketahui, proses pembangunan Pelabuhan Poumako yang menjadi tempat transit kapal laut antara Mimika dengan daerah lain,sampai saat ini masih terjenggal masalah sengketa tanah.

Bupati Mimika, Johannes Rettob saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Sabtu, (15/6/2024) menyebut, persoalan yang dari tahun ke tahun tak pernah tuntas ini disebabkan pemerintah merasa bahwa tanah Pelabuhan Poumako milik pemerintah Kabupaten Mimika, ada juga pihak lain yang merasa memiliki tanah tersebut.

Rasa memiliki oleh Pemerintah Kabupaten Mimika ini akhirnya, diterbitlah sertifikat tanah Pelabuhan Poumako, dengan luas lebih dari 11 hektare. Akibatnya, ada pihak yang merasa dirugikan hingga menggugatnya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Atas gugatan itu, Pemerintah Kabupaten Mimika dinyatakan kalah dan sertifikat tersebut dianggap tidak sah penerbitannya.

“Digugat itu karena sertifikat itu dianggap terbit tanpa prosedur dan disetujui oleh PTUN. Kurang lebih seperti. Saya tidak tahu persis ceritanya karena waktu itu saya tidak ikut terlibat tapi saya tahu persoalan ini jadi susah,” ujarnya.

Johannes melanjutkan, yang menjadi persoalan saat ini adalah bagaimana komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika melahirkan strategi untuk nasib Pelabuhan Poumako.

Menurut Johannes, kunci utama pembangunan demi kemajuan di Kabupaten Mimika adalah komunikasi dan komitmen. Namun, hal tersebut selama ini justru tidak terjalin.

“Ini kepentingan publik. Harus kita lakukan. Masalah pelabuhan tidak sesulit masalah bandara. Masalah bandara saya bisa selesaikan, kenapa pelabuhan todak bisa, berarti ada hal yang perlu kita duduk bersama-sama, ini masalah komunikasi saja,” kata Johannes.

Dermaga pelabuhan Pomako Kabupaten Mimika,Papua Tengah

“Jadi kalau ditanya terus bagaimana fasilitas di sana. Memang tidak bisa dibangun kalau tanah terus dipersoalkan. Kita mau bangun di tanah yang berperkara tentu kita tidak bisa bangun apa-apa,” tambahnya.

Lanjut Bupati JR,untuk memperjuangkannya, saat ini Pemerintah Kabupaten Mimika juga tengah mengajukan banding atas gugatan itu. Ada juga proses-proses lain yang pemerintah sedang lakukan.

Sementara itu, pantauan media ini di Pelabuhan Poumako, Minggu, 16 Juni 2024, sejumlah fasilitas yang dibangun sementara seperti ruang tunggu hingga tempat parkir kendaraan tidak layak untuk digunakan.

Ruang tunggu sementara yang dibangun berkonstruksi kayu di Pelabuhan Poumako sudah tidak layak karena terdapat beberapa bagian bangunan itu yang sudah lapuk. Penumpang yang hendak berangkat pun terpaksa harus basah-basahan saat turun hujan.

Penumpang dan pengunjung Pelabuhan Poumako juga sering mengalami masalah saat hendak ingin buang air besar (BAB) maupun buang air kecil karena tak ada fasilitas sanitasi di kawasan itu.

Hal ini juga sering dikeluhkan Kepala PT Pelni Cabang Timika, Rachmansyah Chaidir yang menyebut, Pelabuhan Poumako hingga kini masih jauh dari standar operasional seperti pelabuhan di daerah lainnya lantaran belum memiliki fasilitas yang memadai.

Rachmansyah menjelaskan, standar operasional sebuah pelabuhan harus memiliki fasilitas penunjang, seperti terminal penumpang, ruang tunggu, parkiran, tempat kontainer, portal masuk hingga MCK (Mandi, Cuci Kakus).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan Pelabuhan Poumako Timika yang sudah berpuluh tahun masih dengan kondisi seadanya.

Akibatnya, saat kedatangan kapal masyarakat hanya bisa memadati dermaga dan sekitarnya tanpa adanya sedikit tempat untuk berteduh, ditambah jaraknya yang cukup jauh dari pusat kota Timika.

Sementara, pentingnya ruang tunggu adalah dapat dijadikan sebagai tempat untuk Tim Distributed Control System (DCS) Pelni melakukan Boarding Pass.(MWW)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *