Tanah Papua
Kapolda: Teror KKSB di Tembagapura tidak Terkait Divestasi Saham Freeport
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menegaskan rangkaian teror yang dilakukan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika tidak terkait dengan rencana Pemerintah mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia.
“Dia (KKSB) mungkin tidak mengerti proses itu, jadi tidak ada kaitannya. Mereka memang mencoba-coba mencari perhatian karena mungkin mereka kurang perhatian selama ini,” ujar Boy Rafli di Mapolda Papua, Senin (9/4/2018) lalu.
(Baca Juga: Kapolda Papua Akui Sejumlah Kampung di Tembagapura Masih Dikuasai KKSB)
Boy Rafli justru menilai ada upaya dari KKSB untuk menguasai areal tambang PT Freeport Indonesia. Karena itu, kata Boy Rafli, anggota KKSB terus berupaya memancing aparat dengan melakukan aksi teror kepada warga di sekitar areal pertambangan.
“Mereka ingin kuasai Freeport, mereka dekat-dekat dulu, sampai disitu ganggu-ganggu sedikit, ibarat cari perhatian. Bakar-bakar, nanti kalau dekat sini petugasnya diserang, begitu,” kata Boy Rafli.
Namun, ia mengaku bersyukur setelah anggota KKSB berhasil diusir dari perkampungan warga, kehidupan masyarakat di Kampung Banti, Banti 2, dan Kampung Opitawak kembali normal. Menurutnya, distribusi makanan dan kebutuhan sehari-hari untuk warga di tiga kampung itu sudah kembali normal.
“Proses pengejaran masih terus dilakukan dan untuk mengantisipasi kembalinya anggota KKSB ini, aparat TNI-Polri rutin melakukan patroli di kawasan tersebut,” kata Boy Rafli.
Disinggung mengenai kabar bahwa Timotius Omabak (40) yang tertembak dalam kontak tembak di Kampung Opitawak, Rabu (4/4/2018) lalu, adalah anggota aparatur sipil negara (ASN), Boy Rafli mengaku belum mendapat informasi tersebut.
Namun ia memastikan bahwa yang tertembak saat itu, bukan warga sipil namun bagian dari anggota KKSB. “Saya belum dapat informasi itu, namun kalau yang dikejar aparat gabungan adalah bagian dari KKSB, Sebab ditemukan senjata di sekitar lokasi,” ujar mantan Kadiv Humas Polri ini.
(Baca Juga: Kontak Tembak dengan TNI, Satu Anggota KKSB Tewas di Kampung Opitawak)
Sebelumnya, Kodam XVII Cenderawasih mengklaim pasukan TNI berhasil membebaskan 3 kampung yang sempat dikuasai KKSB di Distrik Tembagapura, Rabu (4/4/2018) lalu. Upaya pembebasan 3 kampung ini diwarnai beberapa kali kontak tembak yang mengakibatkan 3 anggota KKSB dan seorang anggota TNI, Pratu Vicky Rumpaisum tewas. (Wan)



