Tanah Papua
Jenazah Matius Palinggi Disemayamkan di RSUD Wamena
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Sepekan setelah insiden pembantaian biadab yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, masih 4 pekerja PT Istaka Karya yang hingga kini belum ditemukan.
Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan keterangan dari saksi korban Jimmy Aritonang menyebut ada 25 pekerja yang disandera lalu dibantai KKSB di lereng bukit Puncak Kabo.
“Dari 25 orang tersebut, 4 pekerja ditemukan dalam keadaan hidup dan 16 lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ke-16 jenazah sudah diserahkan kepada keluarga pada Jumat (7/12/2018) lalu,” kata Dax dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/12/2018).
(Baca Juga: Danrem 172: Warga yang Sempat Mengungsi ke Hutan Sudah Kembali ke Kampung)
Pagi tadi, kata Dax, aparat TNI-Polri berhasil mengevakuasi satu jenazah dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Jenazah itu ditemukan aparat TNI-Polri saat melakukan penyisiran di sekitar bukit Puncak Kabo, Minggu (9/12/2018) kemarin sekitar pukul 13.30 WIT.
“Dari hasil identifikasi oleh tim dokter forensik Polda Papua di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, diketahui jenazah itu adalah salah seorang pekerja PT Istaka Karya bernama Matius Palinggi,” ujar Dax.
Dax mengatakan jenazah Matius Palinggi saat ini disemayamkan di Kamar Jenazah RSUD Wamena dan rencananya akan dikirim ke kampung halamannya untuk dimakamkan, Selasa (11/12/2018) besok.
“Dengan penemuan ini masih 4 pekerja PT Istaka Karya yang belum ditemukan yaitu Riki Kardo Simanjuntak, Petrus Ramli, M Ali Akbar, dan Hardi Ali,” papar Dax.
(Baca Juga: 16 Jenazah Berhasil Dievakuasi, 5 Pekerja Belum Ditemukan)
Klarifikasi dari PT Istaka Karya
Sebelumnya, nama Matius Palinggi dikabarkan menjadi salah satu pekerja yang selamat dan berhasil diamankan oleh aparat TNI-Polri ke Wamena. Saat seluruh pekerja yang berhasil dievakuasi aparat TNI-Polri dipindahkan ke Timika, Kabupaten Mimika, akhirnya diketahui ada kesalahan pendataan nama.
“Setelah diverifikasi ulang, akhirnya diketahui terjadi kesalahan pencatatan nama oleh PT Istaka Karya saat proses evakuasi korban selamat. Korban selamat yang pada awalnya tercatat atas nama Matius Palinggi, ternyata adalah Simon Tandi,” ungkap Dax. (Ong)
















