Tanah Papua
Evakuasi Heli Mi-17 Libatkan 1 SSK Yonif 751 Raider dan 3 Heli Penerbad
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar akan meninjau ulang lokasi penemuan puing Helikopter Penerbad Mi-17 HA-5138 untuk menentukan perencanaan evakuasi.
Dari pantauan udara bersama Pangdam XVII Cenderawasih dan Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (10/2/2020) kemarin, kata Binsar, lokasi jatuhnya heli berada di tebing pada ketinggian 12.500 kaki (3.810 meter) dengan kemiringan hampir 90 derajat.
“Karena lokasi jatuhnya heli medannya ekstrim dan cuacanya juga ekstrim, maka kita harus tinjau ulang untuk menentukan titik-titik pendaratan (pasukan dan tim evakuasi) dan rute evakuasi,” ujar Binsar di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Selasa (11/2/2020).
(Baca Juga: Puing Heli Penerbad HA-5138 Ditemukan di Tebing Pegunungan Mandala)
Binsar mengatakan dalam evakuasi ini, pihaknya akan melibatkan warga dan tokoh masyarakat setempat yang mengetahui daerah tempat jatuhnya heli.
“Lokasi jatuhnya heli jauh dari perkampungan dan cuaca di sana sangat dingin. Kami berencana membawa beberapa warga yang mengetahui daerah itu,” kata Binsar yang memimpin langsung tim SAR gabungan.

Foto puing Heli Penerbad Mi-17 HA-5138 di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik (kecamatan) Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang. (Penerangan Kodam XVII Cenderawasih)
Kerahkan 4 Heli
Untuk proses evakuasi ini, kata Binsar, akan melibatkan 1 SSK Yonif Raider Khusus 751/VJS bersama anggota Basarnas dan tim kesehatan dari TNI-Polri.
“Sebagian pasukan ini sudah berada di Oksibil sejak kemarin diangkut dari Bandar Udara Sentani menggunakan pesawat CN-235 milik TNI-AU,” katanya.
(Baca Juga: Tim SAR Berhasil Evakuasi 4 Jenazah Awak Pesawat Twin Otter PK-CDC)
Untuk mendukung proses evakuasi, saat ini sudah disiagakan 4 helikopter, yakni 3 helikopter TNI-AD jenis Bell dan 1 helikopter milik swasta. Selain itu, kata Binsar, pihaknya juga berencana menyewa helikopter yang bisa mendarat di ketinggian 12.000 kaki.
“Nanti setelah kita tentukan lokasinya, kita akan berupaya menggunakan heli yang lain yang punya kemampuan mendarat di ketinggian 12 ribu kaki,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Heli Penerbad Mi-17 HA-5138 ditemukan dalam kondisi hancur di salah satu tebing Pegunungan Mandala, Distrik (kecamatan) Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (10/2/2020) kemarin.
Heli yang mengangkut 7 kru dan 5 penumpang ini, dinyatakan hilang kontak dalam penerbangan dari Oksibil menuju Sentani, Kabupaten Jayapura pada 28 Juni 2019 silam. (Ong)



