Tanah Papua
Eliminasi Malaria di Mimika Butuh Dukungan Semua Pihak
TIMIKA,KTP.com – Upaya eliminasi penyakit Malaria di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, membutuhkan dukungan dari semua pihak mulai dari Pemerintah Daerah,lembaga kemitraan dan juga masyarakat.
Ketua Malaria Center Kabupaten Mimika, Johanes Rettob, pada acara gala dinner publik health yang digelar Malaria Center Mimika di Hotel Cenderawasih 66, Sabtu (9/4/2022) malam mengatakan, sejak didirikan pada tahun 2013, Malaria Center telah melakukan banyak hal dalam upaya eliminasi malaria di Kabupaten Mimika.
Salah satu program yang telah dikerjakan adalah merekrut kader malaria di kampung-kampung.
“Pertanyaannya selama sembilan tahun ini Malaria Center ini buat apa saja?.Dengan susah payah, dengan kerjasama yang luar biasa sudah banyak yang kita buat, hanya belum maksimal sesuai dengan apa yang kita targetkan,”kata Johanes Rettob, yang juga merupakan Wakil Bupati Kabupaten Mimika.
Target kita, sebut Wabup John, pra eliminasi malaria tahun 2026, diharapkan di tahun tersebut kasus malaria di Mimika bisa dieliminasi serendah rendahnya sehingga di tahun 2030 Mimika sudah bebas dari kasus malaria.
Mimika menyumbang 30.persen kasus malaria di Indonesia dan tertinggi di Provinsi Papua.
Tidak heran jika Mimika jadi pusat kajian lembaga-lembaga penelitian semisal, lembaga Eijkman sampai Kementerian Kesehatan RI.
Setelah dievaluasi, faktor penyebab tingginya kasus malaria di Mimika diantaranya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak berfungsi dengan baik drainase yang ada di dalam Kota Timika sehingga menimbulkan genangan genangan air ketika terjadi hujan.
“Dari sisi kesehatan, mereka yang kena malaria tidak tuntas dalam mengkonsumsi obat.Padahal salah satu keberhasilan kita adalah minum obat sampai tuntas,”kata John.
(Baca Juga: Peringati Hari Malaria Sedunia, Pemkot Jayapura Bagi Kelambu Anti Nyamuk Malaria)
Meskipun belum mencapai target, namun Wabup John memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Malaria Center, atas semangat, kerja keras dan dedikasinya dalam upaya menekan penularan malaria di Mimika.
“Mereka punya hati yang luar biasa, bagaimana Mimika ini betul betul bebas dari malaria”kata John.
Ia memberikan apresiasi kepada lembaga kemitraan yang selama ini terus membantu dan mendukung upaya eliminasi malaria di Mimika.
Bentuk apresiasi kepada lembaga kemitraan, sebanyak 28 perusahaan yang selama ini menjadi mitra Malaria Center Kabupaten Mimika dalam upaya eliminasi malaria mendapatkan piagam penghargaan atas dedikasi tersebut.
“Penghargaan ini sebagai motivasi supaya mitra-mitra kita ini lebih semangat lagi dan perusahaan atau lembaga lain termotivasi jadi mitra juga untuk bersama-sama mengeliminasi malaria,” kata John.
Selain memberikan piagam penghargaan kepada mitra, dalam kegiatan gala dinner publik health ini juga dilakukan pemutaran film dokumenter The Sand.
Film karya anak anak Mimika dengan latar kehidupan sosial dan keindahan alam di Kampung Ipaya Distrik Amar ini menceritakan pelayanan kesehatan di massa lalu dan saat ini.
Gala dinner publik health, pemberian piagam penghargaan kepada mitra dan pemutaran film The Sand adalah bagian dari rangkaian acara menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Malaria se Dunia yang jatuh pada tanggal 25 April mendatang. Puncak acara HUT akan di laksanakan di Distrik Wania.(MSC)
















