Connect with us

Tanah Papua

Wabup Mimika Pimpinan Rapat Bahas Percepatan Penurunan Stunting di Mimika

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Upaya menekan percepatan penurunan stunting pada anak di Kabupaten Mimika terus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Wakil Bupati Kabupaten Mimika yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Johannes Retob, mengatakan bahwa upaya penanggulangan stunting merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo.

Dimana , Wakil Presiden , KH Maruf Amin ditunjukan sebagai Ketua Pengarah Percepatan Penurunan Stunting dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana.

“Di Provinsi Ketuanya adalah Wakil Gubernur, di Kabupaten-Kota Ketuanya adalah Wakil Bupati dan Wakil Walikota.
Ketua Tim Pengarah di setiap tingkatan Provinsi dan Kabupaten Kota adalah Gubernur dan Bupati,” Kata Wabup John saat ditemui usia memimpin rapat bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Mimika di Timika, Senin (11/4/2022).

Tim Percepatan Penurunan Stunting sendiri melibatkan semua instansi baik instansi vertikal , instansi pemerintah yang ada daerah, tim ahli dan juga pers.

Di Mimika sendiri upaya percepatan penurunan stunting sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 2020.

(Baca Juga: Presiden: Pemerintah Daerah Harus Terlibat Atasi Stunting)

“Kita ditetapkan oleh Jakarta menjadi lokus penurunan stunting, maka mulai tahun 2020 Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mulai melaksanakan tugas itu, cuma belum melibatkan seluruh instansi,”kata John.

Ke depan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)yang ada dilingkungan Pemkab Mimika dilibatkan secara bersama sama berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika pada pertemuan tersebut menyebutkan bahwa sejak tahun 2020 persentasi stunting di Kabupaten Mimika terus mengalami penurunan dilihat dari beberapa wilayah di pinggiran dan pedalaman Mimika yang memiliki angka kasus stanting yang cukup tinggi yang ditetapkan sebagai lokus percepatan penurunan stunting sebelumnya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

“Target nasional harus turun sampai nol persen dan secara nasional stunting di Indonesia 14 persen. Kita di Mimika dari 10 lokus yang telah ditetapkan mengalami penurunan ,hanya dasarnya kita belum tau persis. Makanya saya minta Dinas Kesehatan minggu depan mereka persentasi lagi,”kata John.

Kurang gizi, pola asuh yang tidak efektif, sanitasi yang buruk sehingga tidak memiliki akses untuk air adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab stunting pada anak.

Selain faktor faktor tersebut di atas, di Kabupaten Mimika sendiri tingginya angka pernikahan dini di kampung kampung menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting.

“Di Mimika ini banyak terjadi di kampung kampung karena pra nikah ini umur 15 tahun janin belum siap,ini yang menyebabkan anaknya menjadi stunting,”kata John.(MSC)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *