Tanah Papua
Denzipur X/KYD Bantu Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Dua SST prajurit Detasemen Zipur X/KYD yang diterjunkan untuk membantu penanganan pasca banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, mulai bekerja, Senin (18/3/2019).
Dipimpin langsung Dandenzipur X/KYD Mayor Czi Ali Isnaini, mereka melakukan normalisasi jalan dengan menyingkirkan material lumpur, tanah dan kayu gelondongan yang sempat terbawa air saat terjadi banjir bandang.
(Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Sentani, Puluhan Orang Meninggal dan Ribuan Mengungsi)
Dengan alat berat yang telah dipersiapkan seperti ekskavator, dozer, dan greder, mereka membersihkan jalan Kemiri, tepat di depan Pangkalan Angkatan Udara Silas Papare Jayapura. Saat terjadi banjir bandang, kondisi jalan Kemiri termasuk yang paling parah karena penuh dengan material yang terbawa air dan potongan kayu gelondongan.
“Normalisasi jalan ini diharapkan akan memperlancar kembali arus lalu lintas di jalan utama di Kota Sentani,” kata Ali Isnaini.

Personel Bekang Kodam XVII Cenderawasih yang mendirikan dua dapur lapangan berpacu dengan waktu menyiapkan makanan bagi ribuan pengungsi. (Pendam XVII Cenderawasih)
Makanan untuk Pengungsi
Kerja ekstra juga dilakukan prajurit Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XVII Cenderawasih yang mendirikan posko bantuan dan dapur umum di Posko Gereja Marthen Luther dan Mako Yonif Raider 751/VJS di Sentani. Seiring bertambahnya pengungsi, para prajurit ini berpacu dengan waktu menyiapkan makanan bagi korban bencana ini secara tepat waktu.
Menurut Kabekang Kodam XVII Cenderawasih Kolonel CBA Nurbudianto, kemampuan setiap dapur umum yang dikawal masing-masing 25 prajurit mampu menyiapkan makanan untuk 3.500 orang sekali makan.
“Untuk menyiapkan sarapan, mereka mulai memasak pada pukul 01.30 WIT hingga pukul 05.00 WIT dan selanjutnya diantar ke tenda-tenda pengungsian. Begitu selanjutnya untuk makan siang dan malam,” kata Nurbudianto.
(Baca Juga: Korban Banjir Bandang di Sentani, 66 Orang Meninggal Dunia dan 4.153 Warga Mengungsi)
Nurbudianto menegaskan bahwa prajurit yang bertugas sudah terbiasa untuk melaksanakan tugas-tugas seperti ini. Iapun yakin prajuritnya, sama seperti prajurit TNI yang lain yang terlibat dalam penanggulangan bencana ini tidak terbeban dan justru menjadi tantangan bagi mereka untuk memberikan yang terbaik untuk para pengungsi.
“Kami berharap dengan bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa bencana dan saat ini berada di tenda pengungsian,” ujar Nurbudianto. (Ong)



