Connect with us

Tanah Papua

Antisipasi Kemacetan Dishub Mimika Terapkan Satu Arah di Jalan Budi Utomo

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika menerapkan satu arah di ruas jalan Budi Utomo. Hal tersebut dilakukan karena terjadi kemacetan juga dalam rangka persiapan Pesparawi dan PON XX tahun 2021. Pemberlakuan itu dimulai hari ini tanggal 1Juli 2021.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Maikel Orun mengatakan, terkait penerapan satu arah jalan Budi Utomo di hari pertama tentunya sudah melalui kajian-kajian dari tahun 2019.

Kajian terkait dampak lalu lintas, akibat meningkatnya jumlah kendaraan setiap tahunnya, ditambah sempitnya ruas jalan Budi Utomo. Sementara untuk manajemen parkir tahun lalu pihaknya telah melakukan kajian namun tidak bisa diterapkan lantaran bangunan yang berada di sekitaran jalan Budi Utomo tidak memiliki lahan parkir yang memadai membuat banyak pengunjung hanya memarkirkan kendaraan mereka dipinggir jalan sehingga menimbulkan kemacetan.

(Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Mimika Optimis Sukseskan Penyelenggaraan PON XX)

“Diberlakukan satu arah setelah ada kajian dari tahun 2019 lalu,” kata Maikel Orun di pertigaan lampu merah Diana, Kamis (1/7/2021).

Maikel menjelaskan, berdasarkan kajian tahun 2019 lalu, dalam per jam kendaraan yang melintas di jalan Budi Utomo sebelum ada penerapan satu arah sebanyak 2 ribu kendaraan itupun bisa naik sampai 3 ribu kendaraan waktu pagi, kemudian siang itu seribu lebih dan sore saat orang pulang kerja itu sekitar 4 ribu, dan mencapai 30 ribu lebih dalam 12 jam mulai dari jam 06.00 WIT sampai 18.00 WIT.

“Jumlah kendaraan yang melintas di jalan Budi Utomo dalam sehari mencapai 30 ribu lebih kendaraan,” jelasnya.

Maikel menambahkan, dalam beberapa bulan kedepan ada dua event besar yang akan diselenggarakan di Mimika, tentunya hal-hal tersebut perlu ditata dengan baik, sehingga tidak terjadi kemacetan pada saat penyelenggaraan Pesparawi dan PON dilangsungkan.

Namun, ada hal penting juga yang pihak Dishub pikirkan yaitu masalah ekonomi, yang mana pusat perekonomian rata-rata dijalan Budi Utomo, akhirnya di beberapa ruas jalan yang lain ini pertumbuhan ekonomi agak lambat karena seperti di jalan Yos Sudarso dan jalan Ahmad Yani serta jalan Petrosea.

“Kedepan ada event-event yang akan diselenggarakan di Mimika, masalah kemacetan ini perlu kami atasi,” ungkapnya.

Maikel juga menambahkan penerapan satu arah hari pertama berjalan lancar, ada beberapa hal yang dibenahi mulai dari traffic light, jika lampu hijau maka pergerakan kendaraan dari pertigaan gereja katedral menuju SP2 begitu juga sebaliknya, jalan secara bersamaan, berbeda jika kendaraan dari arah Budi Utomo menuju SP2.

“Hari pertama penerapan satu arah di jalan Budi Utomo tidak mengalami kendala,” tambahnya.

Ia berharap,masyarakat bisa menerima penerapan tersebut, demi kenyamanan bersama. (Jnd)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *