Tanah Papua
Ini Catatan Kriminal Pentolan KKSB Kali Kopi Hengki Wanmang
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Pentolan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang berbasis di Kali Kopi, Kabupaten Mimika, Hengki Wanmang (31) akhirnya tewas ditembak aparat gabungan TNI-Polri pada Minggu (16/8/2020) pagi.
Berdasarkan data Polda Papua, diketahui bahwa Hengki Wanmang (31) adalah pimpinan Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) yang berbasis di Kali Kopi, Kabupaten Mimika.
“Sejak meninggalnya Theni Kwalik pada 2018, ia bersama Joni Botak mengambil peran sebagai pimpinan KKSB Kali Kopi,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam keterangan tertulis Senin (17/8/2020).
(Baca Juga: Duduki Markas KKSB Kali Kopi, Aparat TNI-Polri Lumpuhkan Hengki Wanmang)
Waterpauw mengatakan keterlibatan Hengki dalam kelompok kriminal bersenjata itu diduga sudah cukup lama dan diperkirakan sejak 2009 silam.
Hengki sempat diamankan kepolisian dalam rangkaian aksi penembakan di jalan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) Mil 52 hingga Mil 54 Tembagapura pada 11 Juli hingga 15 Juli 2009 yang menewaskan dan melukai warga sipil dan aparat.
“Dua korban tewas dalam rangkaian penembakan itu yakni pekerja asing PTFI asal Australia Drew Nicholas Grant serta seorang sekuriti PTFI Markus Rante Allo,” urainya.

Ratusan amunisi berbagai ukuran dan 6 buah magasin diamankan dari markas KKSB Kali Kopi oleh aparat gabungan TNI-Polri Minggu (16/8/2020) pagi. (ist)
Bersama KKSB Kali Kopi, Hengki melakukan beberapa kali aksi kriminal bersenjata di areal PTFI dan sekitarnya. Sebut saja aksi penyanderaan warga Kampung Banti, Distrik Tembagapura pada Oktober 2017.
Pada Maret 2018, ia juga terlibat aksi pembakaran SD Banti dan RS Banti yang berlanjut dengan penyanderaan warga kampung. Selanjutnya pada Desember 2018, ia melakukan penembakan terhadap konvoi kendaraan PTFI di jalan tambang Mil 60-61 Tembagapura.
“Terbaru, ia juga ikut merencanakan penembakan di Kantor PTFI di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020 yang menewaskan karyawan asing PTFI asal Selandia Baru Graeme Thomas,” paparnya.
(Baca Juga: KKSB Serang Kantor Freeport Kuala Kencana, Satu Pekerja Asing Tewas)
Hengki juga ikut dalam deklarasi penggabungan TPN-OPM di Ilaga, Kabupaten Puncak yang dipimpin Goliat Tabuni dan Lekagak Telenggen pada pada 1 Agustus 2019.
Dari pertemuan itu, Hengki lalu mengajak KKSB dari wilayah pegunungan tengah Papua, khususnya dari Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak untuk melakukan aksi gangguan keamanan di areal PTFI.
“Dialah yang mengajak Lekagak Telenggen dan lainnya masuk ke wilayah Tembagapura dan melakukan serangkaian aksi kriminal pada Desember 2019 yang puncaknya penyerangan Kantor PTFI di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika pada akhir Maret 2020,” pungkas Waterpauw. (Ong)

















