Connect with us

Nasional

Oknum Pejabat Papua Jadi Terlapor Kasus Perkosaan, Veronica Koman Tuding Pelaku Adalah Predator

Published

on

JAKARTA, Kabartanahpapua.com – Seorang ibu melaporkan tindak asusila yang dilakukan oknum penjabat Pemerintah Provinsi Papua berinisial AG ke Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020) lalu.

Dalam dokumen Laporan Polisi Nomor: LP/199/K/I/2020/PMJ/Restro Jaksel, ia menuduh AG telah memerkosa anak tunggalnya di salah satu hotel di Jakarta, pada Selasa (28/1/2020). Laporan itu disertai barang bukti pakaian seragam sekolah, celana dalam, dan hasil visum yang berisi bukti terjadi kekerasan.

Menurutnya, AG telah sengaja memberikan minuman yang membuat anaknya tidak sadarkan diri di kamar hotel tempat AG menginap. Pada saat itulah diduga AG melakukan aksi bejatnya.

“Saya mohon keadilan untuk anak saya,” ujarnya dilansir dari laman Wartakotalive.com.

Ia menceritakan awal mula kejadian ketika AG mengajak anaknya makan di hotel tanpa sepengetahuannya. Setelah itu AG lalu mengajak anaknya ke kamar dan melakukan aksi bejatnya. Pasca-kejadian itu, katanya, anaknya sempat diancam tidak boleh melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya.

“AG juga sempat mengiming-imingi bilang saya akan bantu biaya sekolahmu, bantu orang tuamu, tapi kami dari keluarga, kami tidak terima,” tuturnya. Sang ibu berharap agar pelaku bisa mendapat hukuman setimpal.

Penggiat HAM Ungkap Inisial AG

Empat hari setelah kasus pemerkosaan ini ramai diberitakan, penggiat HAM Veronica Koman membuka identitas pelaku berinisial AG yaitu Aloysius Giyai. Vero yang dikenal vokal bersuara tentang kasus HAM di Papua, diyakini memiliki jaringan luas di Bumi Cenderawasih.

“Yang perlu disamarkan atau yang diinisialkan itu nama korban, bukan pelaku. Name and shame: ALOYSIUS GIYAI,” tulis Vero di status Facebook-nya pada Senin (3/2/2020) pukul 23.24 WIB.

Screenshoot status FB Veronica Koman (Akun FB Veronica Koman)

Sehari berselang, Vero kembali menulis status di akun FB-nya yang menyebut bahwa kasus perkosaan di Jakarta bukan yang pertama, tapi sudah berulang dan rata-rata korbannya berumur belasan tahun.

“Aloysius Giyai adalah seorang predator,” tulisnya pada Selasa (4/2/2020) pukul 14.30 WIB.

Menurutnya ada 3 faktor yang penyebab para korban ini tidak atau belum mengaku. Pertama, karena Aloysius Giyai adalah laki-laki berkuasa yang bisa memelintir persepsi publik dan hukum. Kedua, karena masyarakat tidak akan percaya, seperti kasus di Jakarta, dan terakhir karena masyarakat malah akan menyalahkan korban.

“Pesan saya untuk para korban: saya mendengarmu, saya mempercayaimu, kamu berharga, kamu tidak salah, yang salah adalah pelaku,” tulisnya.

“Pesan saya untuk sesama perempuan lainnya: hukum kita belum memihak korban perkosaan. Bila Aloysius Giyai pada akhirnya lolos dari jeratan hukum, jauhilah!” tulis Vero.

Tak hanya di akun facebooknya, Vero juga menulis tentang kasus ini melalui cuitannya di akun twitternya @VeronicaKoman.

“Sedang ada kasus perkosaan dengan relasi kuasa terjomplang yang pernah saya temui. Pejabat Papua Aloysius Giyai memperkosa anak SMA umur 18 tahun yang merupakan anak dari sahabat karibnya sendiri. Apakah lagi-lagi pria berkuasa pemerkosa akan lolos dari jeratan hukum?” cuitnya pada Kamis (6/2/2020) pukul 21.01 WIB.

Seperti diketahui, salah seorang pejabat di lingkungan Pemprov Papua bernama drg Aloysius Giay. Ia saat ini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan juga Direktur RSUD Dok II Jayapura.

Sejauh ini belum ada keterangan lebih lanjut dari Polres Metro Jakarta Selatan yang menangani kasus ini. Tentu semua pihak berharap kasus ini segera diungkap secara terang benderang dan tidak berakhir seperti kasus lain yang terkait pejabat Papua yang ditangani jajaran Polda Metro Jaya. (Fox)

Komentar