Connect with us

Tanah Papua

Ketua MUI Mimika: Sudah Habis Air Liur Teriak Stop Miras

Published

on

Timika, Kabartanahpapua.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustaz HM Amin mendesak pengusaha tempat hiburan malam (THM) menghormati umat Kristiani yang akan merayakan Natal.

Amin berharap aktivitas THM bisa dibatasi sehingga umat Kristiani bisa merayakan hari besar keagamaannya dengan aman dan damai. “Kami minta agar THM dibatasi, supaya saudara-saudara kita yang Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan hikmat,” kata Amin saat ditemui di Masjid Babussalam, Timika, Jumat (22/12/2017).

Di Provinsi Papua khususnya Kabupaten Mimika, kata Amin, toleransi antar umat beragama sudah terbangun dengan baik. Jika ditempat lain toleransi beragama masih diperjuangkan, namun di Papua terlihat dalam realitas kehidupan sehari-hari.

“Kita juga gembira melihat saudara-saudara kita bisa merayakan Natal dengan penuh kasih dan sukacita. Di luar, orang bicara toleransi sebatas toleransi, namun kita di Papua khususnya di Mimika betul betul dalam realita kehidupan sehari hari,” kata Amin.

Penertiban Minuman Beralkohol

Amin juga mendesak kepolisian untuk menertibkan peredaran minuman beralkohol alias minuman keras (miras) yang semakin marak di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, momentum ini sejalan dengan Pakta Integritas Pemerintah Provinsi Papua yang melarang peredaran miras di Papua.

“Saya minta Polres tekanlah peredaran miras di Kabupaten Mimika. Kita ini sudah habis air liur untuk berteriak tentang miras. Apalagi kalau ada yang bekingi dan bekingannya itu aparat. Itu pembodohan kepada masyarakat,” kata Amin menegaskan.

Amin mengajak seluruh warga Kabupaten Mimika bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 berlangsung aman dan kondusif.

“Semoga perayaan Natal berlangsung aman dan damai seperti tahun-tahun sebelumnya. Di Papua ini kalau ada konflik bukan konflik agama tetapi konflik sosial. Yang ada ini masalah politik, masalah sosial tidak masalah agama,” pungkasnya. (Rex)

Komentar