Connect with us

Tanah Papua

3 Pendulang Luka Bacok Diserang OTK di Distrik Seradala, Yahukimo

Published

on

TANAH MERAH, Kabartanahpapua.com – Tiga pendulang emas tradisional dari Distrik (kecamatan) Seradala, Kabupaten Yahukimo dievakuasi ke RSUD Boven Digoel, Kabupaten Boven Digoel, Selasa (3/9/2019) kemarin.

Davit Pasiak (43), Manuel Sasowe (46), dan Sony (40) mendapat perawatan medis karena menderita luka bacok.

(Baca Juga: Pangdam akan Dampingi Pj Gubernur Papua Tinjau Tambang Emas Ilegal di Korowai)

Informasi yang dihimpun, ketiga pendulang itu diserang sekelompok orang ketika mereka pulang belanja kebutuhan sehari-hari di Minim 1 pada Minggu (1/9/2019) sore sekitar pukul 15.00 WIT. Saat berjalan kaki kembali ke lokasi dulang di Minim 7, mereka diserang sekelompok orang yang membawa panah dan parang.

Dalam kondisi luka bacok, ketiga pendulang ini berhasil meloloskan diri menuju kamp mereka di Minim 7. Setelah mengambil barang di kamp, mereka kemudian melarikan diri ke Pisang-Pisang.

Pisang-Pisang, adalah nama tempat belanja bagi para pendulang yang terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang, dekat perbatasan Kabupaten Yahukimo. dan Kabupaten Boven Digoel.

Setelah berjalan selama 12 jam dari Minim 7, mereka akhirnya sampai di Pisang-Pisang, pada Senin (2/9/2019) pagi sekitar pukul 04.00 WIT. Pada pukul 07.00 WIT, mereka selanjutnya berangkat ke Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel menggunakan perahu long boat.

(Baca Juga: Pangdam akan Dampingi Pj Gubernur Papua Tinjau Tambang Emas Ilegal di Korowai)

Mereka tiba di Distrik Kawagit, Kabupaten Boven Digoel, pada Selasa (3/9/2019) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT. Pada pukul 06.00 WIT, mereka melanjutkan perjalanan menuju Tanah Merah dan sampai RSUD Boven Digoel pada pukul 10.15 WIT.

Akibat penyerangan orang tak dikenal, Davit (43) mengalami luka bacok di kepala sebelah kiri dan luka sobek di telapak tangan. Manuel (46) mengalami luka bacok di punggung sebelah kiri, telapak tangan kiri, dan kaki sebelah kanan. Sementara Sony (40) mengalami luka bacok di lengan kanan.

Belum diketahui pelaku dan motif penyerangan terhadap pendulang emas tradisional di wilayah adat suku Korowai ini. (Mas)

Komentar