Connect with us

Tanah Papua

Toko Emas Tutup, 100-an Pendulang Emas Tradisional Bakar Ban

Published

on

TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Para pendulang emas tradisional kembali membuat ulah di Timika, Kabupaten Mimika, Minggu (16/9/2018) siang.

Sebanyak 100-an pendulang nekat melakukan aksi bakar ban dan memblokade pertigaan jalan Ahmad Yani, Gorong-gorong dan Jalan Bhayangkara pada pukul 09.45 WIT, lantaran toko langganan mereka untuk menjual emas hasil mendulang tidak beroperasi.

(Baca Juga: Bubarkan Blokade Jalan di Kuala Kencana, Polres Mimika Amankan 9 Orang)

Aksi para pendulang ini praktis mengganggu arus lalu lintas dan meresahkan warga yang sedang beraktivitas di sekitar daerah tersebut.

Sekitar pukul 12.00 WIT, Kapolsek Mimika Baru AKP Ida Waymramra tiba di lokasi dan langsung bernegosiasi dengan para pendulang agar mau membuka blokade jalan. Imbauan dari Kapolsek tersebut tidak dihiraukan para pendulang dan tetap melakukan blokade jalan.

Satu jam berselang, Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa tiba di lokasi bersama bersama Dalmas Polres Mimika dan Brimob BKO Polda Papua. Arnolis langsung menemui para pendulang dan meminta mereka membuka blokade jalan karena mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami tidak pernah melarang warga melakukan unjuk rasa, tapi tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Silahkan menyampaikan aspirasi ke DPRD dan tolong hormati warga yang sedang melakukan ibadah,” kata Arnolis.

Anggota Polres Mimika dibantu Brimob BKO Polda Papua mengamankan unjuk rasa pendulang di Jalan Ahmad Yani Timika. (ist)

Melihat gelagat para pendulang yang tidak mau membuka blokade jalan, Arnolis lalu mengancam akan membubarkan paksa para pendulang. Ancaman ini, akhirnya menciutkan nyali para pendulang dan akhirnya mau membuka blokade jalan serta menyingkirkan ban bekas yang mereka bakar dibantu mobil water canon Dalmas Polres Mimika.

(Baca Juga: Protes Peraturan PT Freeport Indonesia, Puluhan Warga Blokade Jalan Tambang)

Beberapa saat berselang, pemilik toko emas Kios Pak Daeng tiba di tokonya dan langsung melayani para pendulang. Meski kondisi sudah aman, sejumlah aparat Polres Mimika masih berjaga di lokasi memantau aktivitas para pendulang. (Ong)

Komentar