Connect with us

Tanah Papua

Warga Kampung Dogobak Serang Posko GIS, 3 Orang Tewas

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Tiga orang tewas dan 6 lainnya luka-luka akibat tawuran antara warga Kampung Dogobak, Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah dengan anggota GIDI Intelijen Service (GIS), Jumat (16/11/2018) lalu.

Informasi yang dihimpun, penyerangan yang dilakukan warga Dongobak ke Posko GIS dipicu sikap arogan yang ditunjukkan anggota GIS yang bertugas menjaga perbatasan Distrik Bokondini dengan Distrik Kelila.

GIS diketahui adalah bentukan Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak dan sedang melakukan pengamanan Konferensi GIDI se-dunia yang akan diselenggarakan di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara pada 20 hingga 25 November 2018.

“Bentrokan itu diduga akibat keributan saat anggota GIS memeriksa sekelompok warga Kampung Dogobak yang hendak pergi ke Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara pada Kamis (15/11/2018) lalu. Saat itu, terjadi cekcok mulut yang berujung pemukulan terhadap warga kampung Dogobak,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/11/2018) kemarin.

(Baca Juga: Lerai Tawuran Antarkelompok di Oksibil, 2 Anggota Polisi Terkena Panah)

Menurut Kamal, aparat kepolisian yang dipimpin Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek yang datang ke lokasi kejadian pada Jumat (16/11/2018) sore hanya mendapati korban tewas dan luka-luka.

“Korban tewas dan luka-luka dievakuasi ke Puskesmas Kelila. Selanjutnya korban luka dirujuk ke Jayapura melalui Bandar Udara Bokondini,” ujar Kamal.

Setelah evakuasi itu, Kapolres Tolikara langsung menemui kedua pihak bertikai untuk menahan diri dan menghentikan pertikaian. Kapolres, kata Kamal, juga sempat menghalau warga Kampung Dogobak yang berusaha membakar rumah Koordinator GIS Miller Payokwa.

“Kepada massa, Kapolres meminta agar semua menahan diri dan menyerahkan kasus ini ditangani aparat kepolisian. Kapolres juga meminta agar warga tidak terpancing hasutan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kamal.

(Baca Juga: 30 Rumah Ludes Terbakar Akibat Tawuran Antarkelompok di Puncak Jaya)

Guna mencegah bentrok susulan aparat kepolisian bersama TNI disiagakan di perbatasan Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah dengan Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara.

meninggal dunia dalam bentrokan tersebut yakni Pilenus Wanimbo, Atinus Jikwa, dan Batu Karoba. Sementara korban luka-luka, yakni Miller Payokwa, Karinus Payokwa, Herman Pasang, Windua Jikwa, Baiten Payokwa, dan Peumbuluk Jikwa. (Rex)

Komentar