Tanah Papua
TNI Lahir dari Rakyat dan Bersama Rakyat Menjaga Pancasila
Timika, Kabartanahpapua.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jend TNI Mulyono memberikan apresiasi kepada para Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sudah mencurahkan pengabdian bagi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam amanat KSAD yang dibacakan Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Windarto pada peringatan Hari Juang Kartika ke-72 dan HUT TNI Angkatan Darat yang diperingati bersama TNI se-Garnizun Timika di Lapangan Batalyon Infateri 754/Eme Neme Kangasi (ENK), Timika, Jumat (15/12/2017).
Hari Juang Kartika merupakan hari besar bagi TNI yang mengingatkan kembali sejarah perjuangan yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa. Dengan persenjataan dan perlengkapan sederhana, kata Windarto, kesatuan-kesatuan Tentara Keamanan Rakyat yang merupakan cikal bakal TNI bersama rakyat berhasil memukul mundur tentara Sekutu.
“Hubungan TNI dan rakyat bukanlah hubungan biasa, karena TNI lahir dari rakyat. Palagan Ambarawa membuktikan kemampuan tentara bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan. Karenanya tema tahun ini, Manunggal dengan rakyat TNI AD kuat,” kata Windarto.
Windarto juga menekankan perlunya memupuk dan menggali nilai-nilai luhur kebangsaan yang teramu dalam Pancasila. Nilai-nilai luhur inilah yang selama ini menjadi kekuatan bagi Bangsa Indonesia.
“Nilai-nilai luhur ini menjadi imunitas bangsa sehingga harus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini dilakukan untuk menghadapi setiap perubahan situasi apapun, guna mengawal tetap kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” urai Windarto menegaskan.
Berbagai kegiatan sosial telah dilaksanakan Kodim 1710 guna mewujudkan peran TNI yang selalu berdampingan dengan rakyat dalam menjaga keutuhan NKRI. Upacara peringatan Hari Juang Kartika ke-72 melibatkan 500 personil gabungan TNI dengan Polri dan Letkol Inf Windarto selaku inspektur upacara. (Rex)



