Tanah Papua
Polres Mimika Bubarkan Tawuran Antarkampung di Distrik Kwamki Narama
TIMIKA, HaIPapua.com – Aparat kepolisian Polres Mimika membubarkan paksa dua kelompok warga yang terlibat bentrokan menggunakan senjata tradisional panah di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (14/2/2018).
Kepala Pos Polisi Sub Sektor Kwamki Narama Iptu Harry Katang meminta waimum (panglima perang) dari dua kelompok warga untuk menahan diri dan menyerahkan kasus mereka kepada pihak berwajib untuk diselesaikan hingga tuntas. “Kami minta kepada waimum untuk memerintahkan kepada seluruh pengikutnya untuk tidak melakukan aksi saling serang,” ujar Harry saat membubarkan dua kelompok massa dari kampung berbeda di Kwamki Narama, Rabu (14/2/2018).
(Baca Juga: Polisi Cari Pelaku Pembunuhan Sadis di Kwamki Narama)
Harry menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah yang menjadi pemicu bentrokan. Ia khawatir jika bentrokan terus berlanjut dan korban jiwa bertambah justru akan menimbulkan masalah baru. “Saya mengimbau kepada para waimum untuk menarik seluruh anggotanya dan berhenti saling serang agar tidak jatuh korban jiwa. Masalah ini sedang dalam proses mediasi,” kata Harry.
Dari pantauan Kabartanahpapua.com, warga Kampung Mekurima dan Kampung Landu Mekar terlibat saling serang menggunakan senjata tradisional panah di halaman kios panjang, Kampung Mekurima, Distrik Kwamki Narama. Sekolah Dasar (SD) yang berada tak jauh dari lokasi itu terpaksa diliburkan karena halaman sekolah dijadikan arena perang.
Akibat bentrokan Rabu (14/2) siang, sedikitnya 6 orang terluka akibat terkena anak panah. Akibat bentrokan yang telah berlangsung sejak pertengahan Januari lalu mengakibatkan 30-an orang luka-luka yang dirawat terpisah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika dan RS Mitra Masyarakat Timika.
(Baca Juga: Polsek Bandara Mozes Kilangin Timika Sita 500 Anak Panah)
Hingga saat ini penyebab pertikaian masih simpang siur. Ada yang mengaitkan dengan pembunuhan terhadap Jefry Gwijangge awal Januari lalu, namun ada pula yang menyebut pertikaian ini kelanjutan dari pertikaian November 2017 lalu yang mengakibatkan 4 orang tewas. (Rex)



