Tanah Papua
Pesawat Cessna Jhonlin Air Transport PK-JBR Tergelincir di Kabupaten Puncak
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Pesawat Cessna 208 Grand Caravan dengan registrasi PK-JBR tergelincir di Bandar Udara perintis Beoga, Kabupaten Puncak, Rabu (10/10/2018) pagi.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun sejumlah bagian pesawat mengalami kerusakan akibat menabrak bukit pembatas di ujung landasan (runway).
(Baca Juga: Tekan Tingkat Kemahalan Harga Barang, Pemda Puncak Beli 2 Pesawat Cessna)
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan insiden yang menimpa pesawat milik maskapai Jhonlin Air Transport (JAT) ini terjadi sekitar pukul 06.22 WIT. Pesawat yang dipiloti Capt Krishenus terbang dari Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika pada pukul 05.41 WIT.
“Data yang dikumpulkan kepolisian dari manifes, diketahui bahwa pesawat ini mengangkut seorang penumpang dan muatan barang seberat 1.218 kilogram,” kata Kamal dalam keterangan tertulis Polda Papua pada Rabu (10/10/2018).

Baling-baling pesawat Cessna 208 Grand Caravan PK-JBR rusak setelah tergelincir di Bandar Udara Perintis Beoga, Kabupaten Puncak, Rabu (10/10/2018). (ist)
Menurut Kamal, dugaan sementara penyebab tergelincirnya pesawat perintis ini karena faktor cuaca dan kecepatan pesawat saat mendarat di landasan pacu.
“Saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Kamal.
(Baca Juga: Pesawat Dimonim Air PK-HVQ Hilang Kontak di Oksibil)
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Perhubungan Udara, Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika Orpa Solossa membenar insiden yang menimpa pesawat Jhonlin PK-JBR di Beoga. Orpa mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci insiden itu dan masih menunggu keterangan dari pihak maskapai.
“Pilot pesawat saat ini masih berada di Beoga menunggu jemputan. Kabarnya pilot belum bisa memberi keterangan karena masih trauma,” kata Orpa.
Sementara untuk kondisi pesawat, kata Orpa, masih berada di ujung landasan menunggu penyelidikan dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Evakuasi akan dilakukan beberapa hari ke depan menunggu kehadiran pihak KNKT bersama pihak maskapai,” kata Orpa. (Rex)



