Connect with us

Nasional

Moeldoko: Membangun Pertanian dengan Membudayakan Teknologi

Published

on

KUNINGAN, Kabartanahpapua.com – Dunia berubah dengan sangat cepat, namun bukan berarti perubahan itu mencerabut adat istiadat yang kita miliki. Karena itu, bangsa Indonesia yang memilik keragaman budaya wajib untuk memiliki ketahanan budaya agar tidak tergerus arus perubahan ini.

Pesan ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko saat menghadiri Upacara Adat Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (3/9/2018).

“Keragaman budaya bangsa Indonesia inilah yang menjadi modal untuk mempersatukan bangsa dari perbedaan budaya menjadi satu rasa persatuan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Moeldoko.

(Baca Juga: Teguhkan Semangat Persatuan dan Hargai Perbedaan Seperti Para Pendiri Bangsa)

Demikian halnya dalam dunia pertanian yang tidak lepas dari kultur masyarakat setempat. Seiring perubahan teknologi yang terus berkembang dari waktu ke waktu, kata Moeldoko, sehingga dunia pertanian harus bisa memanfaatkannya.

“Kita bangun pertanian dengan membudayakan teknologi,” kata mantan Panglima TNI ini.
Ia mencontohkan hasil pemanfaatan teknologi dalam dunia pertanian seperti benih padi unggul M70D dan M400. Kedua benih padi unggul hasil kreasinya ini untuk meningkatkan produktivitas padi.

“Benih M70D memiliki keunggulan masa tanam hingga panen hanya 70 hari. Jika dibandingkan dengan padi biasa, jelas lebih cepat,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.

“Benih M400 tak kalah unggul karena dalam satu malai (tangkai) bisa menghasilkan 400 bulir padi,” kata Moeldoko menambahkan.

Upacara Adat Seren Taun

Upacara adat Seren Taun yang dihadiri Moeldoko tersebut adalah kegiatan yang dilaksanakan masyarakat Sunda Wiwitan setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki dari hasil pertanian yang didapatkan. Upacara adat ini juga dimaksud agar Tuhan memberikan perlindungan di musim tanam mendatang.

Seren Taun berarti pelepasan tahun, yang diadakan di akhir tahun dan mendekati awal Tahun Baru Saka. Upacara ini diselenggarakan setiap tanggal 22 Rayagung – bulan terakhir kalender Sunda dan sudah berlangsung ratusan tahun sejak Kerajaan Pajajaran hingga saat ini. Lokasi Upacara dipusatkan di Pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, kediaman Pangeran Djatikusumah, yang didirikan pada 1840.

“Saya mengapresiasi masyarakat Sunda Wiwitan dan keluarga Sunda secara keseluruhan, yang terus menjaga budaya sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Moeldoko.

Pada kesempatan itu, Moeldoko menyampaikan salam hormat dan ucapan selamat dari Presiden Jokowi kepada masyarakat Kuningan yang sedang berbahagia merayakan tradisi Seren Taun.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Penjabat Gubernur Jawa Barat Moch Iriawan pada upacara Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan. (KSP)

Tema upacara Seren Taun kali ini, Memperkokoh Adat untuk Memperkuat Karakter Bangsa, kata Moeldoko, sangat kontekstual di tengah masyarakat yang berubah dan sesuai dengan nilai Pancasila.

“Kita jangan lagi bicara minoritas dan mayoritas. Sepanjang masih bicara minoritas dan mayoritas, bangsa ini tak akan pernah selesai dalam membangun kebangsaannya. Sebaliknya, kembangkan semangat gotong royong untuk membangun bangsa,” ujar Moeldoko.

Ketua Yayasan Tri Mulya Tri Wikarma yang juga Ketua Pelaksana acara Seren Taun masyarakat Sunda Wiwitan Cigugur, Dewi Kanti mengatakan, masyarakat adat Sunda Cigugur bertekad terus melestarikan dan melakukan upaya perlindungan terhadap hukum-hukum adat warisan dari para leluhur.

“Seperti filosofi Prabu Niskala Wastu Kancana menyebutkan, pakena gawe rahayu pikeun heubeul jaya dina buana, berbuat baiklah agar lama jaya di dunia. Kebaikan sosial yang berdampak bagi masyarakat banyak itulah yang diajarkan dalam Tradisi Seren Taun,” kata Dewi Kanti.

(Baca Juga: Moeldoko: Kembangkan Budaya Sebagai Magnet Wisatawan dan Investor)

Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan yang turut hadir pada kegiatan ini memuji pelaksanaan tradisi Seren Taun yang tak pernah putus diselenggarakan setiap tahun. Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi yang sangat memperhatikan warga Jawa Barat melalui pembangunan infrastruktur yang sangat bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat.

“Perpanjangan jalan tol dari Bandung-Majalaya-Garut-Tasikmalaya hingga Cilacap, serta pengembangan Bandar Udara Cikembar di Sukabumi menjadi buktinya,” kata Iriawan.

Bupati Kuningan Acep Purnama menegaskan Upacara Seren Taun disamping sebagai aset di bidang pariwisata, juga sarat makna bagi masyarakat Kabupaten Kuningan yang kaya warisan budaya.

Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke, kalau tak ada masa lalu, tak ada masa sekarang,” kata Acep Purnama.

Kecamatan Cigugur sebagai tempat pelaksanaan upacara adat ini, kata Acep, merupakan miniatur Indonesia. “Beragam etnis suku dan agama ada di sini. Karena itu, perbedaan bukanlah sebuah hambatan, tapi sebuah khazanah, keindahan yang harus kita hormati,” ungkapnya.

(Baca Juga: Presiden Ajak Masyarakat Lawan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme)

Upacara adat Seren Taun yang digelar di kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan digelar dengan berbagai ritual yang kaya nilai budaya. Antara lain, prosesi Tari Buyung yang menggambarkan penyelarasan manusia dengan alam. Dalam tarian itu, manusia diajak untuk lebih dekat dengan alam dan mencintainya sebagai sahabat yang harus terus berjalan bersama.

Puncak upacara Seren Taun serupa festival, yakni arak-arakan masyarakat yang terdiri dari empat formasi barisan muda-mudi, ibu-ibu, bapak-bapak, dan rombongan atraksi kesenian yang membawa hasil panen dari empat penjuru Cigugur.

Barisan terdepan, membawa padi, buah-buahan, dan umbi-umbian yang diikuti oleh seorang pemuda membawa payung janur bersusun tiga. Di belakangnya, ada 11 pemudi membawa padi bibit dipayungi para jejaka.

Jumlah sebelas melambangkan simbol saling mengasihi (welas asih). Baris ketiga, terdapat rombongan ibu-ibu yang membawa padi di atas kepala (nyuhun); sedangkan baris keempat, rombongan bapak-bapak memikul padi dengan rengkong dan pikulan biasa. (Fox)

Komentar

Nasional

Imam Keuskupan Timika Serukan Gencatan Senjata di Intan Jaya

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Para imam projo Gereja Katolik Keuskupan Timika, Papua, menyerukan segera dilakukan gencatan senjata antara aparat TNI-Polri dengan pihak kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional – Organisaasi Papua Merdeka (TPN-OPM), Gencatan senjata itu diharapkan dapat mengakhiri konflik bersenjata yang berkepanjangan di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Seruan bersama itu disampaikan oleh 36 imam projo Keuskupan Timika yang dibacakan oleh Pastor Agustinus S Elmas,di Rumah Transit Bobaigo Keuskupan Timika, Minggu (31/10/21).

“Mengingat konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya (wilayah Keuskupan Timika) dan beberapa tempat lain di Papua yang menyebabkan begitu banyak korban, termasuk anak kecil dan juga berakibat pada pengungsian masyarakat sipil dalam skala besar, maka para Pastor Projo Keuskupan Timika – demi kewajiban kami untuk praktikkan hak asasi manusia – berseru kepada kedua belah pihak yang sedang berperang (TNI-Polri dengan TPN-OPM) agar segera mengadakan gencatan senjata dan memulai dialog untuk mendatangkan damai sejahtera yang lestari,” demikian isi seruan para imam projo Keuskupan Timika.

 

Ketua Unio yaitu organisasi para imam/konfrater Diosesan Keuskupan Timika Pastor Dominikus Dulione Hodo Pr menyebutkan seruan bersama para imam Keuskupan Timika itu tercetus lantaran adanya masalah urgen yang sementara sedang terjadi di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya dan sekitarnya.

Pastor Dominus bercerita bahwa pada 11 Oktober lalu, rombongan Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, Administratur Keuskupan Timika Pastor Marthin Kuayo Pr dan sejumlah imam tiba di Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk menghadiri penahbisan tiga imam baru.

Baca juga : https://kabartanahpapua.com/kontak-tembak-di-intan-jaya-satu-anggota-kksb-tewas/

“Acara tahbisan imam baru berlangsung tanggal 12 Oktober dalam suasana yang sangat meriah dan khusyuk, dihadiri oleh begitu banyak orang baik masyarakat biasa maupun aparat keamanan. Semua terlibat langsung dalam pesta iman itu,” ujarnya.

Namun, dia menyayangkan, setelah kegiatan tersebut situasi di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, kembali bergejolak.

“Rasa tenteram dan damai yang kami rasakan saat itu sekejap hilang lenyap lantaran beberapa waktu terakhir terjadi baku tembak antara TNI-Polri dengan TPN-OPM, dan itu terjadi di tengah kota,” ujar Pastor Dominikus.

Buntut dari kejadian itu, beberapa bangunan terbakar dan dua orang anak kecil terkena luka tembak, satu di antaranya meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia atas nama Adrianus Sondegau, berusia dua tahun. Terkena tembakan di bagian perut. Sementara korban yang masih dirawat atas nama Joachim Majau, usia enam tahun, juga terkena tembakan di bagian tubuhnya,” ujar Pastor Dominikus.

Adapun dua pastor yang bertugas di Bilogai, Intan Jaya yaitu Pastor Yance Yanuarius Yogi dan Pastor Frans Sondegau yang baru ditahbiskan pada 12 Oktober lalu, ikut secara langsung membantu menolong warga yang rumahnya terbakar di dekat Bandara Sugapa beberapa hari lalu.
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Timika melaporkan saat ini ada ribuan pengungsi yang masih bertahan di gereja dan pastoran Bilogai, Sugapa.


Warga masyarakat dari berbagai tempat itu datang berlindung ke lokasi gereja, karena merasa takut dan khawatir akan keselamatan diri mereka saat terjadi kontak tembak antara aparat TNI-Polri dengan pihak TPN-OPM.

“Informasi yang kami terima dua hari lalu jumlah pengungsi di Kompleks Pastoran Bilogai sebanyak 1.900 jiwa. Kemarin ada banyak pengungsi pindahan dari tiga gereja stasi ke gereja pusat paroki di Bilogai, sehingga jumlah pengungsi pasti semakin banyak. Kami menerima laporan dari Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau bahwa para pengungsi sekarang menempati gedung gereja, rumah pastoran, asrama dan sebagian membuat tenda dekat sekolah dan lapangan sepak bola di Bilogai,” kata Staf SKP Keuskupan Timika Saul Wanimbo. (REX)

Komentar
Continue Reading

Nasional

Tinjau Pameran Alutsista TNI, Presiden: Bentuk Transparansi kepada Publik

Published

on

JAKARTA, KTP.com – Ada yang berbeda pada peringatan ke-76 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2021. Selain menggelar upacara di halaman Istana Merdeka juga dipamerkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik negara di jalan sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta.

Usai memimpin jalannya upacara, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Ma’ruf Amin berkesempatan meninjau pameran alutsista tersebut. Dengan mengendarai golf car, keempatnya menuju Jalan Medan Merdeka Utara yang terletak persis di depan Istana Merdeka, Jakarta.

“Dalam rangka hari ulang tahun TNI yang ke-76, kita memamerkan alutsista kita dan ini juga sebagai sebuah bentuk transparansi kepada publik bahwa APBN telah digunakan untuk membeli peralatan-peralatan ini,” ujar Kepala Negara dalam keterangannya usai peninjauan pameran alutsista.

(Baca Juga: Presiden Apresiasi Peran Besar TNI dalam Keberhasilan Penanganan Pandemi)

Presiden berharap dengan digelarnya pameran alutsista tersebut, masyarakat bisa lebih mengetahui alutsista apa saja yang dimiliki oleh TNI, terutama peralatan yang jarang diketahui seperti peluncur roket Astros atau Artillery Saturation Rocket System.

“Kita harapkan publik, masyarakat bisa tahu bahwa kita misalnya telah memiliki Astros. Astros ini sebanyak 56, ini roketnya bisa meluncur jarak 39 km, dan yang lain-lainnya nanti tolong ditanyakan ke Panglima TNI, KSAD, KSAL, atau KSAU. Inilah yang kita miliki dan ini adalah pembelian-pembelian baru. Misalnya kalau yang ini Astros baru saja di 2014 kita membeli ini. Jadi kelihatan sekali barangnya masih barang-barang baru semuanya,” jelas Presiden.

Presiden Joko Widodo meninjau pameran sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik negara di jalan sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta pada peringatan ke-76 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI). (Lukas – Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selain ASTROS, beberapa jenis alutsista yang ditampilkan yaitu 2 unit kendaraan taktis ringan Sherpa Light Scout, 35 unit kendaraan taktis Anoa, 8 unit Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) Armoured Personel Carrier, dan 2 unit Rantis Bushmaster.

Ada juga 19 unit P6 ATAV, 18 unit Rudal Mistral, 2 Unit Mistral MPCV, 4 unit radar MCP, 2 unit BTR 4, 1 unit Aligator, 2 unit APC Turangga, 4 unit MLRS RM 70 Vampire beserta 1 unit Rantis Tatrapan, 2 unit Orlikon Skyshield, dan 6 unit Armed Caesar 155 MM. (FOX)

Komentar
Continue Reading

Nasional

Presiden Apresiasi Peran Besar TNI dalam Keberhasilan Penanganan Pandemi

Published

on

JAKARTA, KTP.com – Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Menurut Presiden, bila diibaratkan sebagai perang, melawan pandemi Covid-19 saat ini seperti perang yang menguras tenaga, pikiran, mental, dan semangat juang. Perang yang membutuhkan kewaspadaan, kecepatan, sinergi, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara pada upacara peringatan ke-76 Hari TNI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/10/2021).

“Keberhasilan kita telah menangani pandemi Covid-19 ini tidak terlepas dari peran besar TNI. TNI yang selalu menunjukkan profesionalisme dalam setiap penugasan, kemampuan perorangan, kemampuan satuan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk alutsista telah digunakan dan dikerahkan dalam menunaikan setiap tugas yang diberikan,” jelas Presiden.

(Baca Juga: Presiden Pimpin Upacara Peringatan ke-76 Hari TNI)

Kepala Negara meminta agar kesigapan TNI tersebut selalu diaktifkan dalam menghadapi spektrum ancaman yang lebih luas seperti pelanggaran kedaulatan, pencurian kekayaan alam di laut, radikalisme, terorisme, ancaman siber, dan ancaman biologi, termasuk juga ancaman bencana alam.

Menurutnya, untuk menghadapi spektrum ancaman yang semakin luas, transformasi pertahanan harus terus dilanjutkan.

“Untuk meletakkan fondasi bagi pembentukan kapabilitas pertahanan modern yang relevan dengan perkembangan teknologi militer terkini sehingga TNI dapat bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan Indonesia yang mampu berperan di lingkungan strategis regional maupun global,” imbuhnya.

(Baca Juga: Presiden Instruksikan TNI dan Polri Dukung Kebijakan Penanganan Pandemi)

Penguatan budaya strategis prajurit dan perwira TNI, lanjut Kepala Negara, harus tetap menjadi fondasi utama transformasi pertahanan yaitu TNI yang manunggal dengan rakyat dengan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang defensif aktif dengan pertahanan berlapis. Selain itu, juga dengan memanfaatkan lompatan teknologi militer dan investasi pertahanan yang terencana.

Menurut Presiden, modernisasi pertahanan juga harus disertai dengan terobosan pengelolaan ekonomi dan investasi pertahanan. Presiden kembali menegaskan bahwa Indonesia harus bergeser dari kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan yang berpikir jangka panjang, dirancang sistematis, dan dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan

“Untuk itu saya perintahkan agar terus melakukan adopsi dan inovasi teknologi mutakhir di negara kita, bergerak aktif dalam konsorsium industri pertahanan global, memegang teguh semangat kemandirian dan penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni,” jelasnya.

“Sekali lagi selamat hari ulang tahun ke-76 Tentara Nasional Indonesia. Selamat bekerja dan mengabdi untuk nusa dan bangsa. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu bersama kita. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. Bersatu, berjuang, kita pasti menang,” ungkapnya mengakhiri amanat. (FOX)

Komentar
Continue Reading

Nasional

Presiden Pimpin Upacara Peringatan ke-76 Hari TNI

Published

on

JAKARTA, KTP.com – Presiden Joko Widodo yang bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan ke-76 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Tema yang diangkat pada peringatan tahun ini adalah “Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang”.

Dalam upacara yang digelar terbatas dengan penerapan protokol kesehatan, Kolonel Inf Tunjung Setiabudi bertindak selaku komandan upacara, sementara Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya bertindak selaku perwira upacara.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menganugerahkan tanda kehormatan kepada tiga orang perwakilan penerima tanda kehormatan. Surat Keputusan Presiden (Keppres) terkait hal tersebut dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Marsda TNI M Tonny Harjono, yaitu:

1. Keppres Nomor 95/TK/TH 2021 tanggal 20 September 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Kartika Eka Pakçi Nararya kepada Kolonel Inf Anwar, Wadanpusdiklatpassus Kopassus;
2. Keppres Nomor 19/TK/TH 2021 tanggal 15 April 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jalasena Nararya kepada Kapten Laut (T) Rohani Sapporo Noor, Wadanden 6 Satkopaska Koarmada I; dan
3. Keppres Nomor 15/TK/TH 2021 tanggal 26 Maret 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya kepada Serka Wawan Agus Setiawan, Ba Pamfik Satuan Pom Lanud Husein Sastranegara.

Dalam amanatnya, Kepala Negara atas nama rakyat, bangsa, dan negara menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun ke-76 kepada TNI. Presiden juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peran dan kerja keras seluruh jajaran TNI.

“Rakyat, bangsa, dan negara juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI yang selalu menjadi penjaga utama kedaulatan bangsa, menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala ancaman dan gangguan,” ujar Presiden.

Presiden Joko Widodo yang bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan ke-76 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/10/2021). (Lukas – Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selepas menyampaikan amanat dan selesainya prosesi upacara peringatan, Kepala Negara beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Ma’ruf Amin menuju tempat duduk di teras Istana Merdeka untuk menyaksikan atraksi helikopter yang membawa bendera Merah Putih raksasa dan juga atraksi fly pass pesawat tempur TNI.

Presiden juga menyempatkan menyapa perwakilan prajurit TNI yang mengikuti upacara melalui konferensi video dari berbagai wilayah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Para prajurit yang disapa Presiden pada kesempatan itu yakni:

1. Prajurit TNI yang sedang bertugas pada satuan tugas luar negeri (Yonmek UNIFIL) di Lebanon;
2. Prajurit TNI yang sedang bertugas di pulau-pulau terluar/perbatasan Indonesia di Ndana Rote, Nusa Tenggara Timur;
3. Prajurit TNI yang sedang bertugas di KRI Multatuli-561 di perairan Natuna Utara;
4. Prajurit TNI yang sedang bertugas pada satgas Pamtas RI-MLY Yonmek 643/WNS di Entikong, Kalimantan Barat; dan
5. Prajurit TNI yang sedang bertugas di RS Lapangan Indrapura, Surabaya.

Hadir secara langsung dalam upacara peringatan ini ialah undangan terbatas di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, hingga Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo. (FOX)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua45 menit ago

Ondoafi di Jayapura sarankan Gubernur Papua beristirahat

JAYAPURA,KTP.com – Ondoafi Sosiri di Kabupaten Jayapura, Papua, Boas Asa Enoch meminta Gubernur Papua Lukas Enembe mempertimbangkan beristirahat dari jabatan....

Tanah Papua14 jam ago

Rumah Tingkat Dua Lantai di Kebun Siri  Terbakar 

TIMIKA,KTP.com – Satu unit bangunan rumah dua lantai dengan lima kamar yang terletak di jalan Kebun Siri Kelurahan Kebun Siri,...

Tanah Papua2 hari ago

FPHS Palang Pintu Masuk Ruangan Kantor Bupati Mimika

TIMIKA,KTP.com – Pintu masuk menuju ruangan Bupati dan Wakil Bupati dan Kabupaten Mimika yang ada di Gedung A, Lantai III,...

Tanah Papua2 hari ago

Pemkab Mimika Lakukan Persiapan Evaluasi Smart City Nasional

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika lakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi Smart City secara nasional tahun 2021. Persiapan tersebut dilakukan dengan rapat...

Tanah Papua2 hari ago

DLH Mimika Maksimalkan Kerja Hadapi Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal kerahkan menggerakkan semua sumber daya baik dari personel hingga alat angkut sampah sehingga...

Tanah Papua2 hari ago

Jalan Santai Bersama Mewarnai Hari Bakti PUPR ke 76 di Jayapura

JAYAPURA,KTP.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang Propinsi Papua, Gerius One Yoman, S.Pd.,M.Si secara resmi membuka acara Jalan...

Tanah Papua3 hari ago

1 Desember Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakapolres Mimika Kompol Saraju, mengatakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah seluruh Polres Mimika, berjalan aman...

Tanah Papua3 hari ago

BPN Mimika Gelar Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria

TIMIKA,KTP.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mimika menggelar rapat koordinasi tim gugus reforma agraria Mimika bersama dengan Dinas terkait dari...

Tanah Papua3 hari ago

Aparat TNI-Polri di Timika Gelar Apel Kesiapsiagaan Jelang Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Aparat TNI-Polri melaksanakan apel kesiapsiagaan TNI-POLRI dalam rangka menyambut perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Apel kesiapsiagaan...

Tanah Papua4 hari ago

Jelang 1 Desember Situasi Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Mimika, Komisaris Polisi Saraju, mengatakan bahwa situasi Kamtibmas di Kabupaten Mimika, menjelang 1...

Tanah Papua

Advertisement

Trending