Connect with us

Tanah Papua

Konflik dalam Pilkada Tergantung Calon Kepala Daerah

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Adam Arisoi menegaskan akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat menyusul meningkatnya tensi politik pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Provinsi Papua.

Salah satu cara yang akan dilakukan, kata Arisoi, dengan menggalakkan sosialisasi pilkada damai dengan melibatkan semua pihak yang terlibat.

“Menjaga keamanan pilkada harus menjadi komitmen semua pihak. Penyelenggara, pasangan calon dan khususnya massa pendukung pasangan calon,” kata Arisoi saat meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Dok II Jayapura, Kamis (11/1/2018) kemarin.

(Baca Juga: Potensi Ancaman dan Pemicu Konflik Pilkada di Papua)

Menurutnya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat maka tentu akan mengurangi eskalasi konflik yang timbul akibat persaingan antar calon saat pilkada. Ia juga berharap agar aparat kepolisian bisa melakukan deteksi dini persoalan yang terjadi saat pelaksanaan tahapan pilkada.

“KPU akan meminta pasangan calon agar dapat mengendalikan pendukung masing-masing. Apalagi ini cuma dua pasangan calon, tentu tekanannya sangat kuat,” ujar Arisoi.

Arisoi menekankan bahwa kunci utama meredam konflik dalam pilkada kembali kepada calon kepala daerah. Karena dalam sebuah pertandingan hanya ada satu pemenang, sehingga yang kalah harus mengakui kekalahannya dan mau mendukung yang menang dan begitu pula sebaliknya.

“Intinya untuk meredam konflik pada pilkada ini adalah calon. Jadi kalau calon mengajak pendukungnya berantem, ya pasti berantemlah. Tapi kalau calon sendiri bisa menunjukkan sifat elegan saat kalah dan mengakui itu, pasti pendukungnya akan ikut,” pungkas Arisoi. (Mas)

Komentar
Continue Reading
Advertisement