Tanah Papua
Haris Azhar: Kami Akan Minta Pemda Sediakan Transportasi Kembalikan Warga Ke Distrik Tembagapura
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Kuasa Hukum Forum Pemilik Hak Sulung, Tsinga, Waa-Banti dan Aroanop (FPHS – Tsingwarop) Haris Azhar, mengatakan akan meminta Pemerintah Kabupaten Mimika menyediakan transportasi untuk mengantar warga distrik Tembagapura yang dievakuasi ke Timika kembali ke kampung halamannya.
“Karena warga yang turun ke Timika atas permintaan mereka untuk mencari keamanan sesaat, menghindari peluru dari aksi baku tembak,” kata Haris Azhar usai mengunjungi puluhan warga yang dievakuasi dan tinggal di SP2, Senin (26/10/2020).
Lebih lanjut Haris juga meminta kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan aparat keamanan untuk menghentikan baku tembak di wilayah distrik Tembagapura atau di dekat pemukiman warga. Selain itu juga pihaknya akan meminta agar PT. Freeport Indonesia membuka akses agar warga yang dievakuasi ke Timika agar bisa kembali ke kampung halaman mereka di distrik Tembagapura.
“Masyarakat ini hanya ingin tanam sayur, memelihara babi, dan makan ubi. Jadi sederhana saja, jangan dibikin susah,” ujarnya.
Lebih lanjut Haris mengungkapkan keprihatinanya melihat kondisi warga dan tempat tinggal mereka. Haris menilai situasi warga sangat miris dan buruk terutama dari sisi kesehatan, kenyamanan, kebersihan, dan pendidikan anak-anak yang terganggu.
“Mereka tidak dapat perhatian terutama dari Pemda yang bertanggungjawab dan juga perusahaan,” ucapnya.
Haris juga menduga ada pihak yang mengambil keutungan atau memiliki siasat jahat dengan membiarkan masyarakat sebanyak kurang lebih 1.800 keluar dari kampung halaman mereka.
“Kalau memang tidak ada agenda jahat kenapa tidak segera dikembalikan, dibantu mereka segera kembali ke kampungnya? Ini pertanyaan besar, dengan tidak ada mereka di sana seolah-olah ada pihak yang mengabil keuntungan,” kata Haris.
Haris juga mengatakan, tidak ada tawar menawar lagi bahwa warga yang dievakuasi harus dikembalikan ke kampung halaman mereka.
“Jika negara tidak membantu mereka kembali, tidak salah kok, mereka bisa jalan sendiri dan tidak boleh ada yang menghalangi karena itu kampung halaman mereka. Saya kuasa hukumnya sehingga jika ada yang menghalangi maka kita bisa main di ranah hukum,” ucap Haris. (Lobo)



