Connect with us

Tanah Papua

Harga Barang di Kabupaten Puncak Masih Tergolong Mahal, Semen di Jual 1,3 Juta dan BBM 40 Ribu Perliter

Published

on

ILAGA,KTP.com – Kabupaten Puncak adalah sebuah kabupaten yang terletak di kawasan pegunungan,Provinsi Papua Tengah dan menjadi salah satu daerah yang berada di Indonesia Timur.

Kabupaten ini tergolong memiliki ekonomi yang cukup tinggi.Pasalnya untuk menuju kabupaten Puncak hanya bisa menggunakan transportasi udara.

Seperti halnya Harga bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Puncak ini, cukup dibilang bikin geleng-geleng kepala, 1 liter BBM jenis Pertalite dibandrol Rp 40 ribu.

Pedagang bensin eceran Marthen saat ditemui di Ilaga menyebutkan, mahalnya harga bensin lantaran biaya angkutnya.

“Kalau mahal itu karena biaya angkut dan biaya pesawat ke Ilaga, Puncak,” kata Marthen.

Ia juga menyebut BBM yang dijual ini didapatkan dari Kota Timika.

“Kumpul di Timika, kemudian setelah cukup, baru datangkan, kadang carter pesawat, kadang juga pakai pesawat leguler,” terangnya.

Saat ditanyakan kenaikan harga BBM, kata Marthen, tergantung apabila kenaikan secara nasional.

“Kalau naik, ya kita juga kasih naik. Tapi selama ini tidak ada kenaikan, tetap harga Rp 40 ribu,” jelasnya.

Meski dengan harga segitu,Ia menambahkan tidak pernah diprotes pembelian, karena masyarakat memahami transportasi hanya menggunakan pesawat.

“Selama ini tidak pernah dikomplain, biasa saja. Malahan sekali angkut bisa 1 ton, dan kadang habis hanya butuh waktu seminggu kalau paling lama dua minggu,” terangnya.

Selain BBM, harga semen di Distrik Ilaga didengarnya juga dapat membuat nafas ngos-ngosan.pasalnya harga semen di Ibukota Puncak, ukuran 50 kg dijual Rp 1,3 juta.

Suasana Ilaga,Kabupaten Puncak,Provinsi Papua Tengah/Foto Admin Kabartanahpapua

Pemilik toko bangunan Isak Bantu menjelaskan harga satu sak semen di jual dengan harga tersebut karena biaya angkut dan pesawat juga sangat mahal.

Ia juga menjelaskan barang bangunan yang di jual di ilaga,Kabupaten Puncak rata-rata didatangkan dari kota Timika.

“Kita beli harga Rp 100 ribu di Timika, kemudian biaya angkut ke bandara Rp 1 juta, sesampainya di pesawat satu sak dihitung Rp 850.000, jadi satu kali naik pesawat biaya bisa mencapai Rp 20 juta lebih,” Ucap Isak Pemilik Toko bangunan di Ilaga,Kabupaten Puncak.

Sedangkan Untuk kebutuhan semen di Puncak, katanya, tidak begitu banyak karena penggunaan hanya untuk pondasi bangunan.

“Bangun rata-rata di ilaga hanya semi permanen, jadi semen dibutuhkan hanya untuk membangun pondasi saja,” jelasnya.

Selain semen,harga seng dijual dengan harga Rp 130.000 ribu per lembar di ilaga.

“Satu lembar harganya begitu Rp 130, karen semuanya didatangkan hanya menggunakan pesawat,” jelasnya.

Sebagai informasi juga,Kabupaten Puncak diketahui merupakan pecahan dari kabupaten induk Puncak Jaya pada Tahun 2008.

Kabupaten Puncak saat ini dipimpin Bupati Willem Wandik yang merupakan kader PDIP.

Selama menjabat,Bupati Willem Wandik terus berupaya membangun Kabupatennya walaupun sering mendapat berbagai kendala seperti adanya gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Memang Sejak dua tahun lalu, Puncak menjadi salah satu kabupaten yang menjadi basis kelompok kriminal bersenjata (KKB), tidak sedikit teror penembak dilakukan oleh kelompok separatis, bahkan memakan korban jiwa. (ADMIN)

Komentar