Connect with us

Tanah Papua

Danrem 172: Cuaca Ekstrem Jadi Kendala Utama Evakuasi Heli TNI-AD

Published

on

OKSIBIL, Kabartanahpapua.com – Tim SAR terus mematangkan persiapan evakuasi Helikopter TNI-AD Mi-17 HA-5138 yang jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik (kecamatan) Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar mengaku sudah melakukan peninjauan ulang dan melihat rute evakuasi serta lokasi pendaratan tim SAR.

“Tadi pagi kami sudah melakukan peninjauan ulang, melihat titik pendaratan dan rute yang akan digunakan saat evakuasi. Kami harap ini yang terakhir ke sasaran,” ujar Binsar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/2/2020).

(Baca Juga: Evakuasi Heli Mi-17 Libatkan 1 SSK Yonif 751 Raider dan 3 Heli Penerbad)

Menurutnya, kendala utama yang dihadapi dalam proses evakuasi yaitu cuaca ekstrem di wilayah pegunungan yang berubah sangat cepat.

“Cuaca di wilayah pegunungan Papua ini cukup ekstrem. Kadang kita cuma diberikan waktu satu hingga dua jam untuk terbang. Itu yang menjadi kendala utama proses evakuasi,” katanya.

Tiga Helikopter Penerbad jenis Bell disiagakan di Bandar Udara Oksibil. (Penerangan Kodam XVII Cenderawasih)

Mengenai kesiapan tim SAR, kata Binsar, saat ini pasukan dan tim SAR yang akan melakukan evakuasi sudah berada di Oksibil. Selain itu, ada 5 helikopter yang sudah disiagakan untuk membantu proses evakuasi.

“Saat ini ada 5 helikopter yang kami siagakan untuk membantu evakuasi di Bandar Udara Oksibil. Ada 3 heli milik TNI AD, yakni satu Heli Bell yang sudah stand by sejak Senin (10/2/2020) kemarin dan 2 lainnya baru tiba dari Jayapura pagi tadi. Selain itu ada 2 heli milik swasta,” paparnya.

(Baca Juga: Puing Heli Penerbad HA-5138 Ditemukan di Tebing Pegunungan Mandala)

Ia berharap dengan persiapan yang ada, pihaknya dapat segera melakukan evakuasi kru dan penumpang Helikopter Mi-17 HA-5138.

“Kita sudah koordinasi dengan seluruh pilot, mudah-mudahan besok atau lusa kalau cuaca mengizinkan kita mulai evakuasi. Baik itu mencari jenazah, termasuk barang-barang yang diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan,” pungkas Binsar. (Mas/Ong)

Komentar