Connect with us

Tanah Papua

Kapendam Cenderawasih: Informasi 2 Prajurit Tewas di Derakma, Hoaks

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto membantah isu 2 prajurit TNI tewas dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga.

Menurutnya, sejak Rabu (14/8/2019) kemarin hingga hari ini, tidak ada laporan kontak tembak di Kabupaten Nduga.

“Informasi itu tidak benar, itu hoaks. Tidak ada kontak tembak di Nduga kemarin, apalagi menyebut dua prajurit kami tewas,” ujar Eko melalui telepon selulernya, Kamis (15/8/2019).

(Baca Juga: KKSB, Hoaks, dan Isu HAM)

Kodam Cenderawasih, kata Eko, akan berkoordinasi dengan Polda Papua untuk mencari pemilik akun media sosial yang menyebarkan informasi hoaks tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di kepolisian untuk mengungkap pelaku penyebar informasi hoaks itu,” katanya.

Sebelumnya, akun facebook TPNPBnews melaporkan insiden kontak tembak antara TNI dengan KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik (kecamatan) Derakma, Kabupaten Nduga, Rabu (14/8/2019).

(Baca Juga: Polda Papua: Video Viral Bertulis Papua Hari Ini 25 Juli Banyak Polisi Gugur adalah Hoaks)

Dari kontak tembak tersebut, 2 prajurit TNI terbunuh dan saat ini jenazahnya masih berada dekat Gereja Sion Derakma. Dalam laporannya, disebutkan pula alasan ke-2 jenazah belum dievakuasi karena terkendala cuaca.

Pada akhir laporannya, TPNPB mengutip pernyataan Egianus Kogoya yang menyebut keberhasilan mereka menembak anggota TNI pada HUT Kemerdekaan RI sebagai tanda bahwa kemenangan ada dipihak TPNPB.

“Jika orang Papua bukan bagian dari INDONESIA maka segera mengakui kedaulatan bangsa Papua,” tutur Egianus yang dikutip dari TPNPBNews. (Mas)

Komentar