Connect with us

Tanah Papua

Kapolda Papua Berikan Penghargaan Kepada 47 Personel Berprestasi

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin memberikan penghargaan kepada 47 personel Polda Papua yang berprestasi pada upacara rutin bulanan di Lapangan Polda Papua, Jayapura, Senin (17/12/2018).

Menurut Martuani, pemberian penghargaan tersebut untuk menanamkan rasa bangga kepada personel Polda Papua yang telah bekerja secara maksimal.

“Dalam sejarah, baru kali ini ada orang asing yang ditahan oleh Polda Papua dulu-dulu tidak ada. Kemudian ada Polairud yang berhasil mengungkap narkoba di wilayah perairan, Krimsus dan Tipikor kenapa menarik karena anggota Polda Papua mampu mengungkap dan menangkap pelaku korupsi,” kata Martuani dalam sambutannya.

(Baca Juga: Diamankan Bersama Anggota KKSB, Turis Asal Polandia Jadi Tersangka Kasus Makar)

Iapun mengungkapkan harapannya agar ke depan personel Samapta lebih meningkatkan kinerja dengan menangkap para pelaku kejahatan khususnya pencurian kendaraan bermotor.

“Jangan takut melakukan tindakan yang benar selama tindakan tersebut bertujuan melindungi dan mengayomi serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Martuani.

Pada kesempatan itu, ia meminta kepada personel Polda Papua untuk selalu menjaga stamina dan fisik dengan berolahraga mengingat padatnya agenda pengamanan akhir tahun.

“Bulan Desember akan dilaksanakan kegiatan Operasi Lilin dan saya harapkan anggota memberikan yang terbaik dalam kegiatan tersebut. Kepada anggota yang berprestasi nantinya akan diberikan reward berupa talent scouting. Jadi bagi rekan-rekan agar bekerja dengan maksimal,” papar Martuani.

Kapolda Papua memberhentikan secara tidak hormat (PTDH) 10 personel Polri dan 1 ASN Polda Papua karena disersi dan kasus pidana umum. (Humas Polda Papua)

10 Personel dan 1 ASN Polda Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

Selain memberikan penghargaan, Kapolda Papua juga menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada 10 personel Polri dan 1 ASN Polda Papua karena disersi dan terjerat kasus pidana umum.

Menurutnya, Polda papua punya cara sendiri untuk menangani masalah pelanggaran yang telah dilakukan personelnya. Ia berharap dengan cara itu dapat memberi efek jera sehingga ke depan tidak ada lagi personel yang melakukan pelanggaran.

“Pelanggaran kode etik dan disiplin yang dilakukan oleh anggota tidak ada toleransi, baik bintara maupun perwira karena di mata hukum semuanya sama,” kata Martuani menegaskan.

(Baca Juga: OTT di Pelabuhan Jayapura, Tim Saber Pungli Polda Papua Amankan Pegawai PT SPIL)

Menyinggung kasus pembantaian yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, awal Desember lalu, menurut Martuani sebagai peristiwa kemanusiaan paling kelam dengan korban terbanyak dalam sejarah Papua.

Martuani menegaskan bahwa Polri mengutuk kejadian itu dan dalam kejadian seperti itu, personel Polri harus berperan sebagaimana semboyan Polri Melindungi, Mengayomi, dan Melayani masyarakat.

“Saudara-saudara harus pahami, kita adalah kehormatan. Mari kita buang jauh penyakit malas dan mari bersinergi untuk membangun Polri yang kita cintai. Saya pastikan akan mendampingi saudara dan tidak kemana-mana dalam perayaan Natal,” ucap Martuani. (Rex)

Komentar
Continue Reading
Advertisement