Tanah Papua
Gelap Gulita, 45 Penerjun TNI Mendarat Mulus di Tanah Amungsa
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Sebanyak 45 penerjun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) melakukan penerjunan malam dengan sasaran Markas Komando Batalyon Infanteri 754 Eme Neme Kangasi (ENK), Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Selasa (8/5/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIT.
Dalam kondisi gelap dan diguyur hujan dengan kecepatan angin 70 knot/jam, 45 prajurit TNI dari Paskhas TNI AU, Marinir TNI AL, dan Kostrad TNI AD mampu melewati cuaca ekstrim dan mendarat tepat sasaran dengan mengandalkan sandi cahaya pada titik pendaratan.
Staf Penerangan PPRC Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea mengatakan kegiatan tersebut merupakan latihan pendahuluan sebelum kegiatan penerjunan pada Sabtu (12/5/2018) nanti. “Ke-45 prajurit penerjun ini merupakan bagian dari pasukan yang sedang mengikuti latihan PPRC 2018,” ujar Bazisokhi Gea kepada wartawan di lapangan sepak bola Yonif 754/ENK di Kuala Kencana.
(Baca Juga: 50 Personel TNI Rebut 3 Kampung yang Dikuasai TPN-OPM di Tembagapura)
Menurut Bazisokhi Gea, para penerjun berangkat dari Ambon, Maluku sekitar pukul 21.00 WIT dan mulai melakukan penerjunan sekitar pukul 23.15 WIT. “Puji Tuhan, ke-45 penerjun mendarat dengan baik. Ini sangat luar biasa sebab daerah Papua, khususnya Timika memiliki cuaca yang ekstrim. Selain itu, saat penerjunan berlangsung kita tahu bersama ada hujan atau gerimis,” ujarnya.

Sebanyak 45 penerjun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) melakukan penerjunan malam dengan sasaran Markas Komando Batalyon Infanteri 754 Eme Neme Kangasi (ENK), Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Selasa (8/5/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIT. (ist)
Progam 100 Hari Kerja Panglima TNI
Uji kemampuan prajurit TNI ini adalah program 100 hari kerja Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto sejak memegang jabatan sebagai panglima tertinggi di tubuh TNI. Uji kemampuan penerjun TNI rencananya akan dihadiri langsung Panglima TNI. Latihan PPRC 2018 akan diselenggarakan serentak di 3 lokasi berbeda yakni, Selaru, Morotai, dan Timika.
Kepala Staf Kodam XVII Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa menegaskan bahwa Kodam Cenderawasih selaku Komando Kewilayahan membawahi Timika mendukung penuh Latihan PPRC 2018 ini.
“Kodam XVII/Cenderawasih mendukung penuh kegiatan PPRC ini, dan kita tadi sudah menyaksikan sendiri bahwa sudah ada 45 penerjun yang merupakan pasukan pertama yang menjadi tim pengintai dan tim pengaman pada pelaksanaan PPRC yang akan dilaksanakan oleh 600 penerjun nantinya,” ujar Cantiasa.
Menurut Cantiasa, penerjunan malam di Timika adalah kali kedua setelah sebelumnya pernah dilakukan pada 1995 lalu. “Jadi, latihan PPRC ini juga sebagai evaluasi kemampuan prajurit TNI ke depannya,” kata Cantiasa menegaskan.
(Baca Juga: Pendeta Lipius Biniluk: Kehadiran TNI Mulai Diterima Masyarakat Papua)
Cantiasa memuji ke-45 prajurit yang melakukan penerjunan malam ini karena mereka tidak mengenal lokasi penerjunan terutama di wilayah Papua dan khususnya Timika. “Ini suatu prestasi. Tadi kita lihat bersama bahwa penerjunan sempat ditunda sekitar satu jam. Ini karena faktor cuaca. Sebab untuk terjun membutuhkan angin, karena hembusan angin ini akan membantu untuk membuka sel-sel payung terjun untuk mengembang sempurna,” ujar Cantiasa.
Cantiasa menjelaskan bahwa pihaknya dalam kegiatan ini hanya sebagai penyedia tempat. Namun, sebagai mantan penerjun pada pasukan khusus, Cantiasa memberikan apresiasi kepada 45 prajurit yang berhasil mendarat dengan baik. “Ini pendaratan malam, dengan cuaca malam dan mereka semua mendarat di sasaran. Prestasi luar biasa,” ujarnya.
Penerjunan yang dilakukan prajurit TNI pada Selasa (8/5/2018), dilakukan dari ketinggian 6.000 kaki dan membawa beban sekitar 50 kilogram yang terdiri dari payung, ransum, dan senjata. (Rex)
















