Connect with us

Tanah Papua

Dinkes Mimika Bekali Petugas Puskesmas Pembantu Deteksi Dini Hepatitis pada Ibu Hamil

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Workshop Diagnosis dan Treatment Hepatitis bagi petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) dan klinik pemerintah. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Selasa (9/6/2026).

Target utama dari pelatihan ini adalah membekali tenaga kesehatan di garda terdepan agar mampu mendeteksi secara dini hepatitis B pada ibu hamil serta hepatitis C pada kelompok risiko tinggi.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Mimika, Kamaluddin, menjelaskan bahwa ibu hamil wajib menjalani pemeriksaan hepatitis sebagai bagian dari paket 10T (pemeriksaan terpadu) yang juga meliputi sifilis, HIV AIDS, dan malaria.

“Kami berharap petugas di Pustu bisa melakukan pemeriksaan hepatitis B pada ibu hamil. Ketika menemukan ibu hamil positif, maka harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan HB DNA atau MC lom,” ujar Kamaluddin.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HB DNA lebih dari 200.000, maka ibu hamil dapat diberikan pengobatan pencegahan pada minggu ke-28 kehamilan. Langkah ini krusial untuk melindungi bayi yang dikandung.

(Baca Juga: TPPS Mimika Gelar Advokasi Aksi 1 & 2, Wakil Bupati: Stunting Ancaman Serius Bukan Cuma Soal Pendek)

Saat bayi lahir, ia akan segera diberi vaksin HBIG (Hepatitis B Immune Globulin) sebagai upaya memutus rantai penularan dari ibu ke anak. Selanjutnya, pada usia 9 hingga 12 bulan, bayi akan diperiksa kembali apakah HBhsAg-nya negatif atau positif.

“Jika negatif, berarti pencegahan berhasil. Tapi tetap harus dilakukan pemeriksaan ulang. Kalau masih negatif, diberikan imunisasi hepatitis seperti biasa,” jelas Kamaluddin.

Kamaluddin menekankan pentingnya menjaring ibu hamil sejak trimester pertama. Dengan deteksi dini, koordinasi dengan puskesmas induk dapat segera dilakukan untuk memberikan pengobatan pencegahan.

“Harapan kami, setelah workshop ini, petugas Pustu bisa menangkap ibu hamil di trimester pertama, melakukan pemeriksaan hepatitis, dan jika positif segera ditindaklanjuti pada usia kehamilan 20 minggu,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Mimika untuk menekan angka penularan hepatitis B dari ibu ke anak serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pedalaman. (EH)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *