Nasional
Kementerian ESDM Berikan 922 Unit LTSHE untuk Kabupaten Asmat
AGATS, HaIPapua.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan 922 unit Lampu Terang Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk 15 kampung di 8 distrik di Kabupaten Asmat. Dalam kunjungan kerja ke Agats, Kabupaten Asmat, akhir pekan lalu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana menyerahkan secara simbolis LTSHE kepada Bupati Asmat, Elisa Kambu.
Menurut Rida, program LTSHE ini adalah program dari Kementerian ESDM dalam upaya melakukan percepatan pembangunan kelistrikan di Indonesia. “Program pembagian lampu gratis ini (LTSHE) tidak terkait dengan kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat. Namun, program ini sudah lama dilakukan Kementerian ESDM untuk saudara-saudara kita yang belum menikmati listrik sama sekali,” kata Rida di Agats, Kabupaten Asmat, Jumat (16/2/2018) lalu.
(Baca Juga: Kementerian ESDM Akan Distribusikan 150 Ribu Panel Listrik Surya di Papua)
Kepada rombongan Kementerian ESDM, Elisa Kambu menyampaikan rasa terima kasih dari seluruh masyarakat Asmat kepada Pemerintah Pusat dan Presiden Joko Widodo yang memberikan bantuan LTSHE. “Dengan adanya LTSHE ini, masyarakat pasti merasa senang karena kampung-kampung di Asmat menjadi terang. Dengan adanya penerangan listrik ini kondisi masyarakat akan semakin membaik,” kata Elisa.
Namun, Elisa mengaku khawatir karena sebagian masyarakat belum paham teknologi LTSHE ini. Ia mengusulkan agar Pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar pengelolaannya terpusat. “Saya berharap Pemerintah juga memberikan PLTS, karena akan lebih mudah mengelolanya, karena terpusat,” ujar Elisa.
Menjawab kekhawatiran Bupati Asmat, Rida menjelaskan bahwa pengoperasian LTSHE ini akan diajarkan saat pemasangan instalasi. Menurut Rida, dalam Program LTSHE, Pemerintah hanya membeli terang selama 3 tahun. “Yang dibeli adalah terangnya, selama 3 tahun dan bukan produknya. Jika ada masalah seperti lampu tidak menyala, silahkan sampaikan ke penyedia atau kami, dan penyedia akan memperbaikinya,” kata Rida.
Mengenai usulan membangun PLTS, kata Rida, akan menjadi masukan dalam penyusunan program penerangan di kawasan 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal). Ia pun meminta kepada Bupati Asmat untuk segera membuat proposal kepada Kementerian ESDM, dan menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan PLTS.
“Kalau memang kebutuhannya PLTS, silahkan Bapak sediakan lahannya dan mengajukan proposal ke Kementerian ESDM. Kami sudah membangun 500-an unit PLTS seperti itu di Indonesia,” ungkap Rida. “Kondisi kebutuhan energi dan cara pemenuhan energi daerah akan menjadi acuan ke depannya, karena pemenuhan kebutuhan listrik adalah hak dasar,” kata Rida menjelaskan.
Alokasi 922 unit LTSHE di Kabupaten Asmat yakni 145 unit untuk 2 kampung di Distrik Fayit, 93 unit untuk satu kampung di Distrik Betcbamu, 75 unit untuk 2 kampung di Distrik Pulau Tiga, dan 62 unit untuk satu kampung di Distrik Kopay. Selanjutnya, 56 unit akan diberikan untuk satu kampung di Distrik Aswy, 75 unit untuk 2 kampung di Distrik Suru Suru, 103 unit untuk satu kampung di Distrik Suator dan 313 unit untuk 5 kampung di Distrik Kolf Braza.
(Baca Juga: Merasakan Penerangan Listrik, Mantan Anggota KKSB Serahkan Senpi dan Amunisi)
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Nabire akhir 2017 lalu, telah memerintahkan Kementerian ESDM untuk melakukan percepatan pembangunan kelistrikan di Indonesia. Presiden meminta seluruh wilayah di Indonesia bisa mendapat penerangan listrik pada 2019.
“Hingga saat ini masih terdapat 3.000 desa yang belum teraliri listrik dan yang paling banyak sekitar 2.000 desa itu di tanah Papua. Tapi seberat apapun medannya harus bisa ditaklukkan dan desa-desa di Papua harus terang benderang pada 2019 mendatang,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Nabire, 20 Desember lalu. (Ong)

