Connect with us

Tanah Papua

Dinkes Mimika Paparkan Penyebab Terbanyak Kematian Ibu dan Anak

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengungkapkan penyebab kematian ibu dan anak yang terjadi di dominasi oleh empat faktor yaitu terlalu umur terlalu mudah saat hamil, umur terlalu tua saat hamil, terlalu dekat jarak kehamilan dan terlalu banyak hamil.

“Empat faktor utamanya itu dan lagi ada faktor lainnya yaitu karena kurang mengatur pola makan yang sehat, tekanan darah tinggi dan jarang melakukan pemeriksaan kehamilan secara baik,” kata Kepala Dinkes Mimika Reynold Ubra di hotel Grand Tembaga, Rabu (23/2/2022).

Reynold mengungkapkan empat faktor resiko ini dimonopoli di Mimika terutama di wilayah pesisir, hamil di bawa usia 18 tahun, jarak kehamilan kurang dari dua tahun, hamil diatas usia 35 tahun.

“Rata- rata ibu di wilayah pesisir memiliki anak mencapai 6 orang dan jaraknya sangat dekat ini sangat beresiko,” ungkapnya.

(Baca Juga: Kadinkes Reynold: Kasus Covid 19 Di Mimika Meningkat Empat Kali Lipat)

Tetapi menurut Reynold jumlah kematian ibu dan anak di Kabupaten Mimika terus menurun.
Pada tahun 2020 angka kematian ibu dan anak di Mimika mencapai 400/100.000 kelahiran hidup, pada tahun 2021 turun menjadi 79/100.000 kelahiran hidup.

“Menurunnya kematian ibu dan anak tidak terlepas dari upaya Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan stakeholder dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak,” tuturnya.

Reynold menambahkan Malaria juga menjadi salah satu faktor pemicu kematian ibu dan anak jika ibu hamil sering terkena Malaria. Tetapi Dinkes akan melakukan pemeriksaan Malaria secara random terhadap seluruh ibu hamil di Mimika.

“Makanya tahun ini kita fokus juga pemberian obat Malaria kepada ibu hamil yang usia kehamilan diatas 13 Minggu, karena selain kematian bayi yang lahir dari ibu dengan Malaria akan berdampak buruk bagi kesehatan bayi,”ujarnya.(DEN)

Komentar