Connect with us

Tanah Papua

Wabup John : Mimika Kekurangan Guru di Sekolah Yayasan Maupun Sekolah Negeri

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Papua, Johannes Retob, mengatakan saat ini di Kabupaten Mimika mengalami kekurangan tenaga pengajar guru, baik itu di sekolah yayasan maupun sekolah negeri.

“Berdasarkan survei yang kita buat,bahwa di Mimika ini kita kekurangan guru, di sekolah yayasan itu kurang 111 guru sementara di sekolah negeri itu ada 67 guru,”kata Wabup John di Timika Rabu (9/2/2022).

Sekolah yang mengalami kekurangan guru adalah sekolah-sekolah yang berada di pesisir pedalaman dan juga pegunungan wilayah Mimika

“Banyak sekolah di kota yang gurunya berlebihan tetapi ada sekolah yang sama sekali tidak ada guru.Saya turun di daerah pesisir, saya lihat ternyata satu sekolah muridnya 200, ada enam kelas gurunya cuma tiga. Artinya tiga guru ini mengajar di enam kelas,apa hasilnya, pasti tidak ada hasil,”kata John.

Akibatnya masih banyak anak usia sekolah yang ada di wilayah pesisir pedalaman dan pegunungan yang tidak tahu membaca dan menulis meskipun sudah duduk di bangku kelas empat SD.

(Baca Juga: Sekolah Dibuka 25 Persen, Guru Dan Siswa Harus Vaksin)

“Pendidikan kalau kita melihat yang dipresentasikan oleh Bappeda Provinsi Papua secara umum dari Kabupaten Mimika dia naik, tetapi yang dinilai itu hanya sekolah sekolah yang ada di Kota Timika.Saya sebenarnya berharap kita kabupaten, kita harus membuat peta indeks pendidikan sendiri di setiap distrik,”kata John.

Penyebab Mimika masih kekurangan guru juga disebabkan oleh beberapa guru yang diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN ) formasi guru ditarik menjadikan pegawai di kantor kantor dinas yang ada di Kota Timika.

“Seharusnya kita data kembali guru-guru dan kita kembalikan ke sekolah-sekolah karena memang kita kekurangan guru saat ini.Banyak sekali guru guru yang ada di dinas dinas menjadi bendahara, sebagai TU ,padahal mereka ini pengangkatan menjadi pegawai menjadi guru,”kata John.

Masalah pendidikan di Mimika harus ditangani secara serius, jika tidak maka akan membawa dampak yang sangat besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Mimika terutama generasi muda Mimika yang menjadi generasi penerus pembangunan di Kabupaten Mimika.

“Kasihan anak-anak kita ,kasian generasi muda kita terutama OAP yang ada di pedalaman dan pesisir.Banyak anak sekolah yang di pedalaman yang tidak bisa membaca dan menulis. Saya harap di 2022 ini pemerintah harus fokus ke hal hal seperti ini.Bagaimana kita membangun SDM kita kalau pendidikan tidak di tata secara baik,”kata John.(MSC)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *