Connect with us

Nasional

Menteri Kesehatan Tinjau Penanggulangan KLB Campak dan Gizi Buruk di Agats

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek melakukan kunjungan kerja ke Agats, Kabupaten Asmat untuk melihat langsung penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk. Menkes didampingi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Usmin Sumantri, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Oscar, Dirjen Farmalkes Eko Parlin dan Kepala Pusat 3 Litbang Linda Sitanggang.

Rombongan Menkes tiba di Bandar Udara Mozes Kilangin Timika pada Kamis (25/1/2018) pagi dengan penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta. Setelah beristirahat sejenak di ruang VIP Bandara Mozes Kilangin selanjut mereka melanjutkan perjalanan ke Bandar Udara Ewer, Asmat menggunakan pesawat twin otter Avia Star.

Selama berada di Agats, Menkes meninjau penanganan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, dan Aula Gereja GPI Betlehem yang juga dipakai sebagai tempat rawat inap. Di kedua tempat ini Menkes sempat berbicara dengan tim dokter, warga dan sempat menyapa pasien anak yang dirawat di RSUD Agats.

(Baca Juga: Satgas Terpadu KLB Asmat Temukan 646 Kasus Campak dan 144 Kasus Gizi Buruk)

Selanjutnya Menkes melakukan pertemuan di Posko Terpadu Penanggulangan KLB Asmat di Kantor Kesbangpol Asmat bersama Bupati Asmat, Elisa Kambu, Dansatgas Kesehatan TNI KLB Asmat, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giay.

Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan mengklarifikasi bahwa jumlah korban yang terdata sejak September 2017 hingga awal Januari 2018 hanya berdasarkan laporan dari masyarakat. “Data ini belum bisa diklarifikasi, siapa namanya, berapa umurnya, apa penyebab kematiannya dan dimana kuburnya. Hanya berdasarkan laporan masyarakat,” kata Asep yang juga menjabat Danrem 174/ATW Merauke ini.

Asep juga mengungkapkan langkah-langkah yang sudah dilakukan tim terpadu dengan menyebar 8 tim yang beranggotakan dokter dari Satgas Kesehatan TNI dan Kemenkes yang disebar di 19 distrik prioritas. “Informasi yang terkumpul dari tim yang disebar ke 19 distrik sudah melakukan pelayanan kesehatan kepada 12.398 anak di 117 kampung yang tersebar di 19 distrik. Dari jumlah itu ditemukan 646 kasus campak dan 144 kasus gizi buruk,” kata Asep.

Sementara Bupati Asmat, Elisa Kambu mengungkapkan kendala kesulitan medan di Kabupaten Asmat karena sebagian besar wilayahnya berada di daerah rawa dan ketergantungan masyarakat pada transportasi sungai. “Kendala yang dialami tim adalah keterbatasan BBM untuk sarana transportasi air menggunakan speedboat. Selain itu tim juga terkendala dengan masalah komunikasi,” kata Elisa.

(Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Kementerian dan Kepala Daerah Bahas Solusi KLB Asmat)

Setelah mengadakan pertemuan sekitar 1 jam, rombongan Menteri Kesehatan kembali ke Timika, Kabupaten Mimika. Rencana di Timika, rombongan Menkes akan meninjau RSUD Mimika dan mengadakan pertemuan dengan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Kunjungan Menkes ke Asmat menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo agar dilakukan kajian awal untuk mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat. (Mas)

Komentar