Connect with us

Tanah Papua

12 RT Terima Dana Desa Untuk Pembangunan RT dari Pemkam

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Sedikitnya 12 RT di Kampung Nawaripi menerima dana desa untuk pembangunan RT seperti yang dijanjikan Kepala Kampung pada awal tahun lalu dalam forum Musrembang Kampung. Pembagian dana berlangsung di Sanggar Seni dan Musik Nawaripi, Rabu (20/9/2023).

Dàlam pembagian dana dihadiri Sekretaris Distrik Wania, Amir Gredenggo, Kabid di DPMK, Since Monim, Pendamping Kabupaten, pendamping distrik, Babinkamtibmas, Babinpotdirga, Anggota Tribuana, bersama para RT.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun dalam sambutannya menuturkan dana yang dirinya janjikan saat Musrembang akan diserahkan ke RT-RT terjawab sudah hari ini. Dana ini bersumber dari APBK Kampung Nawaripi yang berasal dari dana desa. Nilainya satu RT dapat Rp30 juta dipotong pajak dan tim monitoring. Pembagian dana ini bertahap sesuai proposal program yang diajukan masing-masing RT.

Kata Norman, sebelum menerima dana setiap RT wajib tandatangan berita acara sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam mengelola dana desa ini. Jika beberapa tahun dana desa hanya dikelola pemerintah kampung, namun mulai tahun ini RT bersama masyarakatnya ikut kelola dana desa ini, supaya jangan terlalu banyak tanya soal pengelolaan dana ini. Masing-masing RT terima setelah berkonsultasi dengan pengawas agar langsung pergi belanja ke toko. Usai belanja nota belanja diserahkan ke pemerintah kampung.

“Pengawas kawal ekstra ketat supaya penggunaan dana tepat sasaraan. Besok lusa jika BPK periksa saya sebagai pengguna anĝgaran maka saya minta periksa RT-RT. Saya tidak mau terjerat sendiri tapi kita semua ikut bertanggungjawab,” kata Norman.

Soal pengawas pemerintah kampung melibatkan Babinkamtibmas, Babinpotdirga, Anggota TNI lainya, aparat kampung. Khusus untuk wilayah RT yang potensi kerawanan tinggi pihaknya melibatkan kepolisiaan dan TNI.

Bila semua RT sukses melaksanakan program bisa jadi tahun depan pihaknya akan tambah. Sebaliknya kalau gagal prgram ini bisa dievaluasi atau stop.

Pendamping Dana Desa Kabupaten Mimika, Ibu Teli mengingatkan dari total anggaran yang dialokasikan pemkam ada pajak yang harus dibayar ke pemerintah.

Selain itu setiap RT kalau belanja jangan lupa nota belanja, dokumentasi serta laporan sebagai bahan bagi pendamping untuk membuat laporan ke pusat.

Kepala Bidang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika, Since Monim menuturkan, ini terobosan yang bagus agar program langsung menyentuh ke masyarakat. Artinya program yang diusulkan RT itu hasil musyawarah bersama masyarakat apa-àpa saja yang mau dibangun di RT masing-masing.

Pola pendekatan program pembangunan secamam ini berarti warga merasakan manfaatnya. Untuk itu dia berpesan kepada RT-RT jaga baik kepercayaaan ini dan jangan keteledoran dalam penggunaan dana. Penggunaan dana harus terukur, tepat sasaran dengan pertanggungjawaban jelas yakni ada bukti fisik, dokumentasi mulai dari nol persen, 50 persen hingga 100 persen. Kemudian ada pelaporan yang jelas, serta hindari terjadi masalah, agar tidak diikat ramai-ramai.

Sekretaris Distrik Wania, Amir Gredenggo mewakili Kepala Distrik Wania, Richard Wakum menyampaikan permohonan maaf Kadistrik tidak bisa hadir karena ada urusan dinas dan dirinya mewakili Kadistrik pada pembagian dana ke RT-RT ini.

Amir meminta semua Ketua RT untuk menjaga kebijakan kepala kampung yang mempercayakan RT kelola dana desa ini. Jangan kecewakan pemerintah kampung , tapi masing-masing RT fokus dengan program sesuai proposal yang diajukan ke pemerintah kampung.

Kali pertama ini jika Bapak Ibu RT sukses jalankan program bisa jadi tahun depan Bapak Kepala Kampung tambah amggaran. Sebaliknya jika gagal program tidak akan jalan lagi, bahkan anggaran dana desa Kampung Nawaripi berpeluang dipangkas pusat atau kabupaten.

Pada tàhap pertama jumlah dana yang dibagi ke 12 RT berjumlah 223..150.000 dengan program penimbunan jalan, penimbunan pekarangan, pembuatan gorong-gorong, parit dan lain-lain. (RUS)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *