Connect with us

Tanah Papua

PWNU Papua minta Presiden Jokowi copot Menag Yaqut

Published

on

LAMPUNG,KTP.com – Dalam keterangannya di sela sela Muktamar Lampung, PWNU Papua Dr. H. Toni Wanggai, MA yang di dampingi Ketua LPBH NU Papua La Ode M. Rusliadi Suhi SH., MH. menyampaikkan sikap kesaknya terkait apa yang dilakukan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menekan peserta Muktamar NU di Lampung.

“Menag Yaqut yang lebih dikenal sebagai Gus Yaqut atau Gus Menteri saat ini dinilai berkinerja buruk sehingga, kami meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mencopotnya, juga kami meminta mencopot Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Kota Jayapura, Papua, Senin (20/12/2021).

Adapun alasannya, lanjut Dr Wanggai di antaranya adalah beberapa pernyataanya (Menag Yaqut) sering membuat kegaduhan dan multitafsir di masyarakat sejak menduduki jabatan sebagai Menteri Agama.

Lalu, adanya dugaan arogansi kekuasaan yang sangat kental dan menyalahgunakan kekuasaan jabatan demi kepentingan pribadi jelang muktamar NU ke-34 di Lampung.

“Yang disebabkan KH Yahya Cholil Staquf, merupakan kakak kandungnya yang saat menjabat sebagai Khatib Aam PBNU sehingga intervensi dan dugaan adanya upaya ‘menekan’ beberapa PWNU dan PCNU di Papua melalui Kementerian Agama dan mungkin di provinsi dan kabupaten/kota daerah lain terjadi hal demikian,” beberanya.

Dengan demikian, lanjut dia, seorang Menteri Agama itu harusnya bersikap imbang, sejuk dan meneduhkan dengan merangkul semua agama resmi di Indonesia bukan sebaliknya sebagai pemicu konflik.

“Apalagi kami di Papua yang berdakwah dan berjuang sebagai benteng terakhir NKRI di batas ujung timur nusantara,” katanya.

Hingga berita ini dibuat, upaya konfirmasi kepada pihak yang berkepenting telah dilakukan, sehingga berita ini bisa berimbang.(*)

Komentar