Connect with us

Tanah Papua

Korban Meninggal Akibat Campak dan Gizi Buruk di Asmat Bertambah Menjadi 71 Orang

Published

on

AGATS, HaIPapua.com – Korban meninggal dunia akibat gizi buruk kembali bertambah menjadi 71 orang, setelah Tarjun Kuwaito (1) pasien penderita gizi buruk tipe marasmus meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats.

Komandan Satgas Kesehatan (Dansatgaskes) TNI, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan mengatakan anak ini sebelumnya dievakuasi oleh tim kesehatan dari Kampung Comoro, Distrik Ayip beberapa hari lalu. Dari pemeriksaan tim dokter di RSUD Agats, Tarjun Kuwaito (1) didiagnosa menderita gizi buruk tipe marasmus serta mengidap penyakit malaria dan pneumonia berat.

“Tim dokter di RSUD Agats sudah memberikan perawatan intensif namun kondisi penyakit anak ini sudah kronis dan akhirnya meninggal dunia Rabu kemarin sekitar pukul 06.00 WIT,” kata Dansatgaskes Brigjen TNI Asep di Agats, Kabupaten Asmat, Kamis (1/2/2018).

(Baca Juga: Satgas Terpadu KLB Asmat Temukan 646 Kasus Campak dan 144 Kasus Gizi Buruk)

Dibalik cerita sedih itu, kata Brigjen Asep, kerja keras tim terpadu penanggulangan KLB Asmat mulai terlihat dengan semakin berkurangnya pasien gizi buruk dan campak yang dirawat di RSUD Agats dan Aula Gereja GPI Betlehem Agats.

Brigjen Asep menjelaskan pada hari Minggu (28/1) jumlah pasien yang menjalani rawat inap berjumlah 72 orang dan sempat meningkat menjadi 78 orang pada hari Senin (29/1). “Jumlah ini terus berkurang hingga Kamis (1/2) tersisa 20 orang pasien. Total jumlah pasien yang sudah dipulangkan sejak Minggu (28/1) sebanyak 62 orang,” kata Brigjen Asep yang juga Komandan Korem 174 ATW Merauke.

Berdasarkan data dari Posko Penanggulangan KLB Asmat di Agats, tim kesehatan terpadu sudah melakukan pelayanan kesehatan di 202 kampung yang terletak di 21 distrik. Di 202 kampung itu, kata Brigjen Asep, telah dilakukan imunisasi terhadap 13.960 anak.

“Hingga kini, tim kesehatan terpadu sudah menemukan 647 kasus campak dan 220 kasus gizi buruk. Selain itu juga ditemukan 11 kasus komplikasi gizi buruk dan campak serta 25 kasus suspek campak,” kata Brigjen Asep. (Ong)

Komentar