Tanah Papua
Keuskupan Timika Sudah Kirim 2,5 Ton Sembako Untuk Pengungsi di Bilogai
TIMIKA, KTP.com – Gereja Katolik Kesukupan Timika hingga Rabu 24 Februari 2021, telah mengirimkan sebanyak total 2.520 kg atau 2,5 ton lebih sembako bagi para pengungsi dalam dua kali pengiriman ke Bilogai, Kabupaten Intan Jaya.
Beni Meo, Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Timika mengatakan pengiriman kedua telah dilakukan pada Rabu (24/02/2021) siang sebanyak 1,3 ton sembako setelah pada Selasa (23/02/2021) dilakukan pengiriman perdana sembako ke Bilogai, Kabupaten Intan Jaya.
“Untuk pengiriman kedua hari ini terdiri dari berasa 868 kg, mie instan 282 kg dan barang campuran seperti gula, kopi, susu, ikan kaleng sebanyak 152 kg dan kami pastikan dijemput dan untuk bisa sampai ke tangan para pengungsi,” kata Beni ketika diwawancara di kantor Keuskupan Timika, Rabu (24/02/2021).
Lebih lanjut Beni menjelaskan untuk pengiriman perdana pada Selasa (23/02/2021), sembako yang dikirimakan sebanyak 1.210 kg atau 1,2 ton lebih.
”Kemarin itu beras 546 kg, mie instan 176 kg, dengan barang campuran sebanyak 488 kg, dan sudah disalurkan kepada para pengungsi yang ada di kompleks paroki Bilogai dan yang ada di rumah-rumah penduduk sekitar kompleks paroki,” tuturnya.
Beni juga mengatakan sumbangan sembako yang belum dikirim sebanyak 5 ton lebih. Untuk itu membutuhkan lima kali penerbangan untuk mengirim sembako yang sudah terkumpul dari para donator tersebut ke Bilogai.
“Ini akan menyusul Selasa atau Rabu pekan depan, kita persipkan dulu baru kita kirim. Jadi tiap pekan akan kita kirim,” ujarnya.
Sementara itu terkait pengumpulan bantuan sembako bagi para pengungsi warga Kabupaten Intan Jaya di Nabire, Saul Wanimbo, Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Timika mengatakan, pengumpulan bantuan sembako sudah mulai berjalan termasuk pendataan sehingga bantuan yang disalurkan nanti tepat sasaran.
Saul juga mengatakan, Keuskupan Timika menyadari beban hidup di kota seperti di Nabire cukup berat terutama keluarga-keluarga yang rumahnya didatangi para penggungsi. Untuk itu pihak keuskupan berharap tim pastoral yang ada di Nabire mengutamakan para pengungsi yang ada di sana. Sementara itu sumbangan untuk pengungsi di Bilogai akan ditampung oleh Kesukupan Timika di Timika.(Lobo)

















