Tanah Papua
Kesaksian Korban Selamat dari Pembantaian Biadab KKSB di Nduga
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menyandera lalu membunuh 24 pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Minggu (2/12/2018).
Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan informasi pembantaian ini disampaikan tokoh gereja di Distrik Yigi pendeta Wilhelmus Kogoya ke Polsek Kenyam melalui radio SSB, pada Senin (3/12/2018) sekitar pukul 15.30 WIT.
(Baca Juga: Polda Papua Kecam Pembantaian Pekerja Jembatan di Kabupaten Nduga)
Pendeta Wilhelmus, kata Aidi, juga menceritakan bahwa ada 2 pekerja yang berhasil meloloskan diri ke Distrik Mbua dan ada 8 pekerja bangunan dari Distrik Yal yang diamankan ke rumah anggota DPRD lalu diselamatkan ke Distrik Koroptak.
“Pemicu tindakan brutal itu menurut pendeta bahwa informasi di masyarakat ada pekerja yang mengambil foto saat upacara HUT OPM di Distrik Yigi dan membuat anggota OPM marah,” kata Aidi dalam keterangan tertulis pada Rabu (5/12/2018).
Aparat TNI-Polri yang menindaklanjuti laporan tersebut lalu melakukan penyisiran ke Distrik Yigi melalui Distrik Mbua pada Selasa (3/12/2018). Dalam perjalanan aparat gabungan berhasil menemukan 4 pekerja PT Istaka Karya (Persero) yang berhasil meloloskan diri.
“Ke-4 pekerja PT Istaka Karya yakni Martinus Sampe, Ayub, Jefri, dan Jimmy Aritonang. Selain itu ada 8 pekerja bangunan di Distrik Mbua,” ujar Aidi.
Disandera lalu Dibantai
Dari keterangan Jimmy, salah seorang karyawan yang lolos dari aksi brutal KKSB itu diketahui bahwa pada Sabtu (1/12/2018), para pekerja PT Istaka Karya memutuskan untuk libur.
Pada saat itu, anggota KKSB yang merayakan HUT OPM bahkan melakukan bakar batu bersama masyarakat tak jauh dari lokasi Kamp mereka. “Bahkan ada pekerja yang berbaur dengan masyarakat ikut acara bakar batu itu,” kata Jimmy.
Pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIT, anggota KKSB yang membawa senjata api campuran langsung mengepung kamp PT Istaka Karya. Ke-25 pekerja yang ada di kamp saat itu lalu digiring ke Kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal kurang lebih 50 anggota KKSB yang membawa senjata api.
(Baca Juga: PT Istaka Karya Akui Penyerangan Terhadap Kamp Pekerja Mereka di Distrik Yal)
Setelah bermalam di pinggir Kali Karunggume, keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIT, ke-25 pekerja itu lalu digiring menuju bukit Puncak Kabo. Saat berada di lereng bukit, mereka lalu disuruh membuat formasi 5 baris sambil berjalan jongkok.
“Tiba-tiba mereka berteriak bersahut-sahutan sambil menari-nari. Pada saat itu mereka lalu menembak ke arah kami yang sedang jalan jongkok,” kata Jimmy.

Evakuasi pekerja dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (Kodam XVII Cenderawasih)
Ada 6 Orang Berhasil Kabur
Saat diberondong tembakan, kata Jimmy, ada beberapa di antara mereka yang selamat. Setelah anggota KKSB puas melakukan aksi biadab mereka lalu meninggalkan korban dan berlari ke arah Puncak Kabo.
“Ada beberapa yang meninggal di tempat dan ada pula yang selamat. Setelah melihat anggota KKSB sudah menjauh, ada 11 pekerja langsung bangun dan lari dari tempat pembantaian itu. Namun naas, 5 rekan mereka dapat dikejar oleh anggota KKSB dan langsung ditebas dengan golok,” kata Jimmy.
Jimmy bersama 3 rekannya berlari ke arah Distrik Mbua, sementara 2 orang rekannya berlari ke arah berbeda. Sementara, 19 rekannya tak diketahui nasibnya. “Kami berhasil selamat setelah ditemukan anggota Pos TNI Yonif 755 Yalet di Distrik Mbua,” ujarnya.
(Baca Juga: Pos TNI di Mbua Diserang KKSB, Satu Prajurit TNI Gugur)
Pada Senin (3/12/2018) sekitar pukul 05.00 WIT, Pos TNI tempat ke-4 pekerja diamankan lalu diserang anggota KKSB menggunakan senjata api dan senjata tajam.
“Rupanya mereka masih mengejar kami. Mereka mulai menyerang dengan melempari pos dengan batu. Serda Handoko yang sempat membuka jendela meninggal terkena tembakan. Baku tembak berlangsung hingga pukul 21.00 WIT dan selanjutnya Danpos TNI memutuskan mundur mencari lokasi perlindungan yang lebih baik,” kata Jimmy.
Dalam upaya mundur itu, satu anggota TNI Pratu Sugeng mengalami luka tembak di lengan.
“Saat berusaha mencari perlindungan dan menjauh dari anggota KKSB, kami bertemu dengan aparat TNI-Polri yang menyisir ke arah Distrik Mbua. Oleh pasukan itu, kami dievakuasi bersama 8 pekerja lainnya yang diamankan dari Distrik Mbua,” kata Jimmy. (Ong)



