Connect with us

Tanah Papua

Dinkes Mimika Temukan Enam Kasus di Arwanop,Akan di Gelar Pengobatan Massal

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengonfirmasi temuan enam kasus filariasis atau penyakit kaki gajah berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru. Menanggapi temuan ini, Dinkes meningkatkan surveilans dan merencanakan tindakan pengobatan massal di wilayah Arwanop.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan bahwa seluruh pasien telah mendapatkan penanganan lengkap. “Seluruh pasien telah menjalani pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan lanjutan,” jelas Kamaludin, Senin (19/01/2026).

Lebih lanjut, Kamaludin memaparkan bahwa pihaknya akan melakukan pelacakan dan pemeriksaan intensif terhadap kontak dekat pasien. “Kami akan telusuri kasusnya, periksa pasien dan kontak di sekitarnya. Jika ada yang positif, akan langsung diobati, termasuk pemberian obat pencegahan kepada warga di sekelilingnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa filariasis berbeda dengan malaria, karena dapat ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. “Yang berbahaya adalah orang yang sudah terinfeksi cacing filaria tetapi belum menunjukkan gejala. Jika digigit nyamuk, penyakit ini bisa menular ke orang lain,” jelas Kamaludin. Karena itu, Dinkes Mimika melakukan pengamatan sistematis dan berkelanjutan terhadap faktor-faktor penularan.

Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala seperti pembengkakan pada kaki atau bagian tubuh lain, demam berulang, atau benjolan. “Jika ditemukan gejala, pasti akan kami lakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Kamaludin.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Mimika merencanakan pengobatan massal di wilayah Arwanop setelah alat pemeriksaan dan obat-obatan tersedia. Obat pencegahan juga akan diberikan kepada masyarakat di wilayah berisiko.

Untuk mencegah peningkatan kasus pada tahun 2026, Dinkes Mimika siap melakukan penelusuran lebih intensif. Masyarakat diminta berperan aktif dengan melapor ke puskesmas atau Dinkes jika mengalami gejala awal, agar penularan dapat dicegah sedini mungkin. (EH)

Komentar