Tanah Papua
Kapolres Mimika Perintahkan Jajarannya Tembak di Tempat Pelaku Begal
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto memerintahkan jajarannya menembak di tempat pelaku begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Timika, Kabupaten Mimika. Perintah tembak di tempat tersebut akibat maraknya aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor dalam beberapa hari terakhir yang sudah meresahkan warga Timika.
“Saya perintahkan kepada jajaran kepolisian di Polres Mimika agar menembak di tempat pelaku begal dan curanmor yang sudah meresahkan masyarakat,” kata Agung kepada wartawan di Timika, Senin (4/6/2018) kemarin.
(Baca Juga: Kapolres Mimika Janji Usut Tuntas Aksi Anarkis Pendukung Paslon HAM di Hotel 66)
Agung menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberi toleransi kepada para pelaku begal karena aksi mereka sangat merugikan masyarakat dan sudah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Ia berharap para pelaku menghentikan aksinya dan tidak mengulang kegiatan yang sama.
“Saya tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku begal. Saya meminta para pelaku menghentikan aksinya. Apabila hal ini tidak diindahkan, maka jajaran Polres Mimika dan Polsek tidak segan menembak ditempat para pelaku,” ujar Agung.
Ia mengimbau masyarakat Timika untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika menemukan pelaku begal atau curanmor. Menurutnya, kepolisian akan berupaya keras untuk memberikan jaminan rasa aman kepada warga Timika.
“Kami berharap kepada masyarakat agar jangan melakukan main hakim sendiri terutama pada pelaku begal. Jika menemukan pelaku agar diserahkan kepada polisi untuk diproses hukum. Kami akan berusaha memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat Timika,” ujar lulusan terbaik Akpol 1998 ini.
Motif Ekonomi
Agung mengakui selama tiga hari terakhir, berturut-turut terjadi aksi begal di sejumlah tempat di Timika. Dari rangkaian kejadian itu, kata Agung, kepolisian sudah mengamankan 7 orang pelaku dan kini sudah berstatus tersangka.
“Para pelaku ditangkap di tempat kejadian yang berbeda-beda, ada di SP- 3 (satuan pemukiman), di depan Polsek Mimika Baru, dan ada di Pasar Baru. Saat ini kami juga masih mencari beberapa orang yang diduga sebagai pelaku begal,” kata Agung.
(Baca Juga: Kontroversi Komisioner KPUD Mimika dan Ancaman Pertumpahan Darah)
Dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, kata Agung, umumnya mereka mengaku melakukan aksinya karena motif ekonomi. Agung menepis dugaan sebagian warga Timika yang menduga maraknya aksi begal terkait motif politik dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Mimika 2018.
“Ini murni tindak kriminal dengan motif ekonomi, jadi jangan disangkut pautkan dengan politik,” kata Agung. (Rex)



