Connect with us

Tanah Papua

Kecam Pembunuhan Dokter, PDEI dan MHKI Desak Pemerintah Jamin Keamanan Petugas Kesehatan

Published

on

JAKARTA, Kabartanahpapua.com – Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) mengecam terbunuhnya dr Soeko Marsetiyo dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Umum PDEI Moh Adib Khumaidi mengatakan kematian dr Soeko menimbulkan keprihatinan semua pihak khususnya kalangan kesehatan di Tanah Air.

“Almarhum selama puluhan tahun telah mengabdikan dirinya bagi masyarakat di daerah itu tanpa membedakan suku, agama, dan ras, namun harus mengalami kejadian tragis yang berujung kematian,” ujar Adib dalam pernyataan sikap bersama PDEI dan MHKI tertanggal 27 September 2019.

(Baca Juga: Belasan Orang Tewas Akibat Kerusuhan yang Dipicu Hoaks di Wamena)

Adib menegaskan bahwa kejadian yang menimpa dr Soeko, mungkin saja dapat terjadi bagi tenaga kesehatan yang lain.

“Karena itu, kami mendesak aparat kepolisian untuk menindak pelaku pembunuhan sebagai keseriusan aparat dalam melakukan penegakan hukum,” kata Adib didampingi Ketua Umum MHKI Mahesa Paranadipa.

Informasi dari rekan sejawat, katanya, kondisi Wamena saat ini belum kondusif, masyarakat dan petugas kesehatan masih mengungsi di kantong-kantong pengungsian seperti Kodim, Polres, dan tempat lainnya. Meski demikian, para petugas medis ini masih memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mendesak pemerintah pusat maupun daerah dan aparat keamanan segera melakukan pemulihan kondisi di Wamena dengan pendekatan persuasif. Selain itu meningkatkan keamanan bagi seluruh petugas kesehatan dan sarana prasana kesehatan di Wamena,” katanya.

PDEI dan MHKI juga mendesak semua pihak untuk memperlakukan tenaga medis dan tenaga kesehatan secara manusiawi. Kami berharap tidak ada perlakuan yang menyebabkan perlukaan, apalagi kematian.

“Jika aparat keamanan dan masyarakat tidak dapat memberikan jaminan keamanan bagi seluruh petugas kesehatan maka kami mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengevakuasi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan dari daerah konflik,” papar Adib.

(Baca Juga: Temuan Jasad di Puing Kebakaran, Korban Tewas Kerusuhan Wamena 22 Orang)

Menurutnya, desakan kepada Kemenkes tersebut berlaku di semua daerah dan tempat yang rawan terjadinya konflik dan huru hara.

“Kami berharap Indonesia dapat kembali aman agar seluruh petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg Aloysius Giyai. Menurutnya, kejadian yang menimpa dr Soeko makin mempersulit untuk mendapat tambahan tenaga dokter di Papua khususnya di daerah pedalaman.

“Sebagai seorang dokter asli Papua, saya sangat sedih dan menyesal dengan kejadian yang menimpa dr Soeko. Saat ini Papua masih kekurangan dokter, kenapa harus diperlakukan seperti ini,” kata Aloysius dilansir dari laman antaranews.com.

Ia berharap kasus yang menimpa dr Soeko tidak terulang kemudian hari. Ia juga meminta agar semua pihak, baik pemerintah, aparat, dan tokoh masyarakat untuk menjaga tenaga medis yang ditempatkan di daerahnya.

“Dengan kejadian seperti ini kita semua yang rugi, tidak ada lagi petugas kesehatan yang datang ke Papua, apalagi di daerah pedalaman,” ucap Aloysius. (Ong)

Komentar