Tanah Papua
Umat Hindu Mimika Gelar Dharma Santi, Bupati Ajak Jaga Toleransi
TIMIKA,KTP.com – Umat Hindu di Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Dharma Santi dalam rangka memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 Masehi. Kegiatan berlangsung di Wantilan Pura Mihika Mandhira Mandaloka, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Kamis (30/4/2026).
Dharma Santi ini menjadi momentum bagi umat Hindu di Mimika untuk memperkuat solidaritas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya mengapresiasi penghargaan kepemimpinan toleransi yang telah diraih Kabupaten Mimika. Namun, ia menegaskan yang terpenting adalah bagaimana menjaga suasana harmonis tersebut terus terpelihara.
“Kita jaga suasana ini sebagai role model. Kemungkinan besar pada bulan November nanti, karena toleransi kita cukup baik, kita akan melaksanakan konferensi toleransi di Kabupaten Mimika,” ujar Bupati.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan tema perayaan tahun ini sebagai landasan bertindak di tengah tantangan dan dinamika pembangunan. “Kita implementasikan ajaran Hindu untuk kebersamaan dan semangat membangun daerah,” tambahnya.
Bupati juga menekankan bahwa Kabupaten Mimika adalah rumah bersama yang memiliki beragam suku dan ras. “Perbedaan justru memberikan kemajuan. Dengan adanya perbedaan, kita akan tetap maju bersama. Jika kita harmonis, maka kita pasti bisa maju,” tegasnya.
Ketua Panitia, I Pitu Eka Siyantha, menyampaikan bahwa Dharma Santi kali ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam” yang artinya Satu Bumi Satu Keluarga.
“Kita bersama-sama di Mimika yang memiliki berbagai macam agama dan suku, satu untuk membangun Mimika. Mimika adalah rumah kita,” ujarnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan perayaan Dharma Santi Nasional yang dilaksanakan pada 17 Mei lalu di Bali.
Harapan panitia, seluruh umat Hindu di Mimika dapat menjadikan Dharma Santi sebagai momentum kebersamaan untuk hidup harmonis dan bersama-sama memajukan Kabupaten Mimika. (EH)
















