Connect with us

Tanah Papua

Rakerwil ke-I GKII,Tokoh Gereja di Harapkan Bantu Memediasi Konflik di Papua

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Untuk menyikapi persoalan konflik di Papua,Bupati Puncak Willem Wandik yang juga merupakan salah satu tokoh Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII),mendorong agar GKII terlibat dalam menyelesaikan konflik di Papua.

Hal ini di sampaikan Bupati Puncak Saat hadir sebagai Tokoh Gereja GKII dalam pembukaan Rapat Kerja ke-I Wilayah II papua GKII,yang di gelar di Gedung Eme Neme Yauware,Kabupaten Mimika,pada (selasa 28/03/2023).

Menurut Bupati Willem Wandik, kehadiran Gereja untuk membantu selesaikan konflik yang berkepanjangan dan terjadi di wilayah pelayanan Gereja Kemah Injil.ia juga mendorong agar GKII ikut berdoa demi kedamaian.

“saat ini gereja kosong,jemaat takut, rumput tinggi, hanya karena ada senjata, bagaimana generasi gereja mau maju, sayang sekali,mari kita bersama-sama mendoakan ini,”ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Willem wandik mendorong gereja juga menyikapi kondisi pemekaran saat ini di Papua,dan khusus untuk Provinsi papua tengah.

“pemerintahannya meliputi daerah-daerah pelayanan gereja kemah injil,itu artinya Provinsi Papua tengah itu hak untuk Gereja Kemah injil,sehingga gereja harus mendorong, mendoakan, karena lewat doa dari gereja,maka anak-anak gereja kemah injil bisa mendapatkan tempat, dan lewat berkat mereka, akan membantu dalam pelayanan gereja kemah injil”Harapnya.

Sementara itu,Rakerwil ke-I GKII dibuka langsung oleh Ketua Umum GKII Pdt.Dr.Daniel Ronda,M.Th, yang dilaksanakan di Gedung Eme Neme Yauware Kabupaten Mimika.

Kerja Wilayah (Rakerwil Ke-I) Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Pegunungan Tengah Papua, yang dilaksankan di Gedung Eme Neme Youwari,Timika,dibuka oleh Ketua Umum GKII Pdt.Dr.Daniel Ronda,M.Th.

Pdt.Dr.Daniel Ronda,M.Th,selaku Ketua Umum GKII mengatakan, kehadirannya dalam pembukaan Rakerwil ini karena Provinsi Papua terutama wilayah Pegunungan Tengah Papua, saat ini menjadi prioritas dalam pergumulan Gereja kemah injil secara nasional,dan bergumul membahas persoalan yang terjadi di beberapa wilayah di daerah yang sedang berkonflik,karena hal ini berimbas kepada warga Jemaat kemah injil di wilayah tersebut.

“Kami memberikan perhatian khusus untuk Papua, untuk tahun pelayanan 2023, GKII secara nasional juga telah bergumul untuk masalah Papua yang saat ini dihadapi seperti konflik, di Puncak, Ndugama,Intan Jaya, dan Puncak Jaya, kami ingin gereja hadir,ikut memediasi agar konflik ini berakhir,semua itu bisa jadi hanya lewat campur tangan Tuhan,”ungkapnya.

Oleh sebab itu,saat ini banyak tantangan yang dihadapi oleh GKII.maka ini menjadi pekerjaan rumah bagi hamba-hamba Tuhan agar bisa terlibat membatu memediasikan perdamaian.

“Dampak konflik membuat jemaat ketakutan dan pelayanan tidak optimal”.kata Pdt.Daniel Ronda.

Kegiatan Rakerwil GKII ini di lakukan juga dengan tujuan guna mentapkan program pelayanan di tahun 2023.

Sedangkan Ketua GKII Wilayah II Pegunungan Tengah Pdt.Dr.Hansk Wakerkwa,M.Si, menngatakan tujuan dilaskanakannya rakerwil ini, ada sejumlah isu topik strategis untuk dicapai, diantaranya membangun gerakan Penginjilan di kota dan pedalaman, serta GKII Papua harus mampu memberikan suport penginjilan di luar negeri, selain itu, Program pengembangan sumber daya manusia (SDM) mensuport STT Russell dan sekolah-sekolah di lingkungan GKII wilayah II Papua.

“Takalah Penting adalah program Pengembangakan ekonomi jemaat yaitu bangun koperasi,usaha ternak babi,pertanian jemaat menanam kopi dan sayur-mayur,program ini direncanakan akan dikembangkan di daerah-daerah,pelayanan-pelayanan ketegorial seperti pembinaan jemaat melalui seminar,pelayanan melalui dunia digital sesuai kebuntuhan,”tukasnya.(HMS)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *