Connect with us

Tanah Papua

Penjadwalan Ulang Tahapan Pilkada Jayawijaya Bukan Akibat Desakan Massa

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jayawijaya, Adi Wetipo menegaskan penjadwalan ulang tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Jayawijaya karena adanya surat edaran dari KPU RI dan bukan akibat desakan massa. Adi mengatakan setelah mendapat surat edaran KPU RI pihaknya lalu berkoordinasi dengan KPU RI dan KPU Provinsi Papua untuk mempersiapkan penjadwalan ulang tahapan pilkada.

“Setelah mendapat surat edaran KPU RI Nomor 38 Tahun 2018 yang memerintahkan dilakukan penjadwalan ulang tahapan pilkada jika pasangan bakal calon (balon) hanya satu, selanjutnya kami melakukan rapat pleno,” kata Adi dalam jumpa pers di Jayapura, Minggu (14/1/2018).

Hasil pleno KPUD Jayawijaya 12 Januari lalu, kata Adi, akan ada penerimaan pendaftaran dari pasangan balon yang diusung partai politik yang dijadwalkan 19-21 Januari mendatang. “Sebelum penerimaan pendaftaran akan ada tahapan sosialisasi pada 13-15 Januari dan pengumuman pada 16-18 Januari,” kata Adi didampingi komisioner KPUD Jayawijaya, Effendi Pakpahan, Benyamin Antoh, Markus Way dan Sarlota NM Wartanoy.

(Baca Juga: Balon Hanya Satu, KPUD Jayawijaya Kembali Buka Pendaftaran 19-21 Januari)

 

Intimidasi Terhadap Komisioner KPUD Jayawijaya

Keributan yang berujung aksi anarkis yang dilakukan sekelompok orang di depan Kantor KPUD Jayawijaya, Selasa (9/1) lalu, kata Adi, tidak mengganggu kerja komisioner KPUD. Buktinya, komisioner KPUD masih bekerja di Kantor KPUD meski saat keributan semua kaca kantor pecah.

“Saat ini kami masih bekerja di Kantor KPUD meski semua kaca-kaca pecah. Belum diketahui pelakunya siapa, karena saat itu ada kelompok yang sedang mendaftar dan ada pula yang berunjuk rasa,” kata Adi.

Namun, paska kejadian itu komisioner KPUD mendapat teror dari orang yang tidak dikenal melalui telepon seluler dan ada juga yang membuntuti mereka. “Saat ini pengamanan di Kantor KPUD lebih diperketat lagi. Sudah ada personel Polres Jayawijaya, Brimob dan bantuan personel dari Kodim 1702 Jayawijaya,” kata Adi.

Sebelumnya, sempat terjadi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap rombongan Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua yang maju berpasangan dengan Marthin Yogobi di depan Kantor KPUD Jayawijaya. Akibat kejadian itu, 2 anggota polisi luka-luka, 8 mobil yang ditumpangi rombongan pasangan balon Jhon Banua-Marthin Yogobi mengalami pecah kaca dan kaca kantor KPUD rontok terkena lemparan massa. (Ong)

Komentar
Continue Reading
Advertisement