Tanah Papua
Polsek Mimika Baru Rutin Sambangi Warga Kampung di Kwamki Narama
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Guna menjaga keamanan dan ketertiban di Distrik Kwamki Narama, Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Baru melakukan kunjungan rutin ke kampung-kampung yang sebelumnya sempat terlibat tawuran. Seperti yang dilakukan anggota Pos Polisi Sub Sektor Kwamki Narama yang menyambangi warga Kampung Mekurima, Jumat (4/5/2018) kemarin.
“Diharapkan dari kunjungan ini, warga Kampung Mekurima bisa menghilangkan trauma dengan situasi konflik setelah terlibat tawuran dengan tetangga kampung mereka,” kata Kapospol Sub Sektor Kwamki Narama Ipda Paulus Randeratu.
(Baca Juga: Polisi Ancam Tangkap Tokoh Masyarakat yang Jadi Provokator di Kwamki Narama)
Saat bertemu dengan tokoh masyarakat dan warga Kampung Mekurima, Paulus menyampaikan harapannya agar masyarakat tidak lagi membawa senjata tajam dan kembali kepada aktivitas mereka sebelumnya seperti berkebun. “Diharapkan dengan kehadiran kami, mereka tidak lagi membawa senjata tajam, tapi mulai melakukan kerja-kerja produktif seperti membersihkan perkampungan mereka serta kembali berkebun seperti sebelumnya,” kata Paulus.

Anggota Pospol Sub Sektor Kwamki Narama berbicang dengan salah seorang ibu di Kampung Mekurima. (ist)
Bertepatan dengan kunjungan itu, warga Kampung Mekurima sedang melakukan penyelesaian korban meninggal dalam tawuran antarkampung beberapa waktu lalu. Salah seorang tokoh masyarakat Kampung Mekurima, Natagol Komagal berpesan kepada warga kampung khusus anak muda untuk menghentikan kebiasaan meneguk minuman beralkohol atau minuman keras (miras).
Natagol menegaskan jika ada warga Kampung Mekurima yang kedapatan mabuk dan mengganggu ketertiban masyarakat maka akan langsung diserahkan ke pihak kepolisian.
“Kalau ada yang minum, mabuk lalu meninggal terbunuh, jangan dikait-kaitkan lagi dengan pertikaian yang sudah didamaikan ini dan itu menjadi resiko masing-masing. Apabila ada yang mabuk dan mengganggu masyarakat, maka langsung kami serahkan ke polisi untuk diproses hukum,” kata Natagol yang dianggap sebagai salah seorang kepala perang atau yang disebut sebagai waimum.
(Baca Juga: Humas Polda Papua: Mabes Polri Tempatkan Lulusan Terbaik AKPOL 98 di Mimika)
Sebelumnya, warga kampung Landu Mekar dan Kampung Mekurima di Distrik Kwamki Narama terlibat tawuran sejak akhir Oktober 2017 lalu. Tawuran antarkampung yang berlangsung hingga April 2018 mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka.
Tawuran antarkampung ini akhirnya berhasil didamaikan setelah Bupati Mimika Eltinus Omaleng dibantu Forkompimda Provinsi Papua turun tangan menangani permasalahan berlarut di Distrik Kwamki Narama yang sebelum dimekarkan bernama Kwamki Lama. (Ong)
















