Tanah Papua
Pembangunan Ekowisata Hutan Mangrove Pomako Terkendala Anggaran
TIMIKA,KTP.com – Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Daniel Orun diruang kerjanya Kamis (10/2/2022) mengatakan, pembangunan Ekowisata Hutan mangrove yang terbilang luas ini tentu harus disertai juga dengan dukungan dana yang besar.
“Kita punya PAD yang masuk itu lumayan besar. Untuk retribusi parkir 6.550.000, retribusi tiket masuk tempat wisata sebesar 117.035.000. Mangrove ini kan luas ya, Masterplannya itu nanti dibuat serupa karaka, jadi harus menyambung begitu,” kata Daniel.
Menurutnya anggaran yang selama ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah(APBD) masih terbilang kurang untuk melakukan pembangunan ekowisata hutan mangrove tersebut.
“DAK dulunya membantu, tapi harus lebih besar lagi. Sedangkan APBD, APBD selama ini juga membantu, namun APBD kan bukan cuma untuk pariwisata saja to. Memang besar, tapi dipake juga untuk kegiatan-kegiatan yang lain juga. Jadi memang harus butuh dana lebih banyak lagi untuk melanjutkan itu. Itu belum sampe selesai di dalam itu,” jelasnya.
Daniel juga menyampaikan sampai saat ini masa pembangunan destinasi wisata ini belum bisa ditargetkan kapan selesai. Menurutnya ini merupakan pembangunan yang berkelanjutan.
“Jadi ini harus tetap dilanjutkan supaya memenuhi Masterplan yang sudah disiapkan. Jangan sampai kita sudah siapkan Masterplannya, terus tinggal saja hanya sebatas mangrovenya cuma sampai di sini. Padahal ada kelanjutannya,” ujarnya.
(Baca Juga:Dinas Perikanan Mimika Akan Gelar Pelatihan Budi Daya Kepiting Bagi Masyarakat Kekwa Fanamo dan Omawita)
Daniel mengungkapkan, masih ada banyak PR yang harus dibuat di Ekowisata Hutan Mangrove, seperti penambahan gazebo, toilet, dan juga atraksi-atraksi yang sekiranya meningkatkan minat kunjungan wisatawan.
“Sekarang kalau orang bilang tidak ada perubahan yang signifikan, modelnya hanya begitu-begitu saja ya itu pasti, mau bagaimana lagi, kita kan mendukung dari dana. Kalau ada dana, ya otomatis kita bisa lanjutkan to, bisa kita buat lagi apa yang harus dibuat,”ungkapnya.
Di samping itu, walaupun proses pembangunannya belum selesai, objek Ekowisata Hutan Mangrove rupanya sudah mulai beroperasi dan dibuka untuk umum. Daniel mengungkapkan selama tahun 2021, antusias masyarakat yang datang berkunjung dan berwisata cukup tinggi.
Daniel juga menyampaikan, dalam tahun ini pemerintah akan melakukan perawatan dan pemeliharaan objek Ekowisata Hutan Mangrove, seperti memperbaiki beberapa gazebo yang rusak akibat tertindih pohon dan juga pelaksanaan pelatihan-pelatihan terkait kebersihan, tour guide, dan keamanan.
“Antusias warga pastinya cukup tinggi karena masyarakat mau kemana lagi, palingan ke sana saja. Oleh sebab itu kita butuh anggaran yang besar untuk pembangunannya,”ujarnya.(DEN)
















