Connect with us

Tanah Papua

Kolter Pertama Kontingen Pesparawi Jayawijaya Tiba di Timika

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Kontingen Pesparawi XIII se-Tanah Papua mulai berdatangan di Timika diawali hari ini, Senin (25/10) dengan kedatangan Kabupaten Jayawijaya sebagai kontingen pertama sekitar Pukul 10.30 WIT.

Kedatangan kloter pertama kontingen Jayawijaya sebanyak 50 orang dijemput langsung Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana (Panpel) Pesparawi XIII se-Tanah Papua didampingi Sekretaris Umum Umum Panpel  Pesparawi XIII se-Tanah Papua, I Nyoman Putu Arka dan Bidang Penjemputan Panitia.

Penjemputan yang ditandai dengan pengalungan Noken dan Pemasangan Topi Adat Papua oleh Sekretaris Umum Umum Panpel Pesparawi XIII se-Tanah Papua, I Nyoman Putu Arka kepada Ketua Pelatih Umum Kontingen Pesparawi Jayawijaya, Yemima Kopeuw.

Selanjutnya disambut oleh tim yang menggunakan pakaian adat Papua dan Bali.
Setelah itu, Kontingen Jayawijaya masih disambut lagi dengan tarian Papua dan diarak menuju ke mikro bus yang mengantar mereka menuju ke mes GKI Marthen Luther di Jalan Kartini sebagai tempat penginapan dari Kontingen Jayawijaya.

Ketua Pelatih Umum Kontingen Pesparawi Jayawijaya, Yemima Kopeuw mengatakan jumlah seluruh peserta Pesparawi dari Jayawijaya sebanyak 120 orang dibagi dalam 3 kloter.

“Kloter pertama hari ini 50 orang,” kata Yemima kepada wartawan di Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika.
Ia mengatakan Kontingen Jayawijaya tidak memiliki target khusus yang penting memberikan terbaik untuk Tuhan.

“Menyangkut target yang penting kita berikan yang terbaik untuk Tuhan,” katanya.

Beda dengan Pesparawi XII se-Tanah Papua di Kaimana tahun 2017 lalu, Kontingen Jayawijaya mengikuti semua kategori, pada Pesparawi Papua di Timika ini Jayawijaya hanya ikut 9 dari 12 kategori lomba. Diantaranya Paduan Suara Anak, Paduan Suara Pria, Solo Anak 7 sampai 9 tahun, Solo anak 10 sampai 13 tahun, Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Wanita, Musik Pop Gerejawi, Vokal Grup, Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, Paduan Suara Dewasa Campuran, dan Paduan Suara Etnik Inkulturatif.

“Jadi kategori lomba yang kami tidak ikut itu ada tiga, Musik Pop Gerejawi, Paduan Suara Remaja dan Paduan Suara Etnik Inkulturasi.  Waktu di Kaimana kami dapat emas untuk semua kategori,” ujarnya

Yemima mengaku sangat bangga dan terkesan dengan penjemputan yang dilakukan oleh panitia di Timika.

“Luar biasa penyambutannya, sekalipun kehadiran kami tidak full tapi kami merasa sangat dihargai,” ujarnya.(MSC)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *