Connect with us

Tanah Papua

Kodam Cenderawasih Menyesalkan Aksi Penyerangan Pos TNI di Kabupaten Nduga

Published

on

Jayapura, Kabartanahpapua.com – Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kol Inf M Aidi menyayangkan insiden penyerangan Pos TNI oleh sekelompok pemuda di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Senin (1/1/2018) kemarin.

Akibat penyerangan ini, seorang pelaku penyerang bernama Apenangge Kogoya alias Anekanus Kamarigi (26) meninggal dunia, sementara Komandan Pos (Danpos) TNI Lettu Inf Didik mengalami luka akibat sabetan parang. Selain itu sejumlah fasilitas di dalam pos rusak.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini yang mengakibat korban jiwa. Insiden penyerangan ini telah merusak kekhidmatan masyarakat yang sedang merayakan Natal dan Tahun Baru di wilayah Papua,” kata Aidi di Makodam XVII Cenderawasih, Selasa (2/1/2018).

Menurut Aidi, insiden penyerangan berawal ketika sekelompok pemuda berjumlah 4 orang datang ke Pos TNI dan mengaku hendak bersilaturahmi Tahun Baru, pada Senin (1/1/2018) siang sekitar pukul 12.00 WIT.

Setelah selesai, kata Aidi, mereka keluar dan duduk di pondok yang berada tak jauh dari halaman Pos TNI. Pada sore hari sekitar pukul 15.25 WIT, personel Pos TNI sempat melihat ke-4 pemuda masih di pondok dan mereka pun kembali ditawari makanan dan minuman ringan.

“Saat itu personel Pos tidak curiga terhadap mereka dan bahkan kembali menawarkan makanan dan minuman ringan. Sementara personel Pos pamit melakukan kegiatan rutin di Pos,” ujar Aidi.

Saat personel sibuk dengan kegiatan masing-masing, tiba-tiba terjadi keributan karena para pemuda masuk ke dalam pos dan seorang diantaranya membawa parang. Aidi menjelaskan, Danpos TNI sempat menegur pelaku namun tak dihiraukan. Bahkan Apenangge yang membawa parang berusaha merampas senjata milik Danpos.

Danpos sempat memberikan tembakan peringatan, sehingga 3 pemuda yang lain kabur. Namun Apenangge semakin beringas dan melukai lengan Danpos sehingga pistol terjatuh. “Terjadi perkelahian dengan tangan kosong dan akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan. Sayangnya sebelum dievakuasi ke Puskesmas, pelaku sudah meninggal dunia,” kata Aidi.

(Baca Juga: Kodam XVII Cenderawasih: Mari Investigasi Bersama, Buktikan Siapa yang Benar)

 

Kodam Cenderawasih Kirim Tim Investigasi

Paska kejadian ini, kata Aidi, Kodam Cenderawasih sudah menurunkan Tim Investigasi yang melibatkan TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Nduga untuk menyelidiki insiden ini.

“Pangdam Cenderawasih sudah memerintahkan untuk mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran prosedur yang dilakukan prajurit TNI. Kita pun akan langsung menarik yang bersangkutan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata mantan Komandan Kodim 1702 Wamena ini.

Menurut Aidi, Kodam Cenderawasih juga menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus penyerangan Pos TNI oleh sekelompok pemuda di Kenyam kepada institusi Polri.

“Kodam Cenderawasih menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus penyerangan Pos TNI ini kepada Polri,” ujar Aidi.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Nduga Yairus Gwijangge mengaku sudah menerima laporan terkait insiden penyerangan Pos TNI di Kenyam. Yairus meminta agar warga Nduga tetap tenang, tidak terpancing provokasi dan menyerahkan penyelesaian melalui proses hukum. Yairus mengaku akan segera berangkat ke Kenyam bersama Ketua DPRD Nduga untuk menyelesaikan masalah ini.

“Masyarakat jangan terpancing untuk melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyerang aparat TNI-Polri yang bertugas di Kabupaten Nduga. Kita serahkan kasus ini kepada penyelesaian melalui jalur hukum,” kata Yairus di Jayapura, Selasa (2/1).  (Ong)

Komentar