Connect with us

Tanah Papua

Kisruh Pilkada, Mobil Petahana Bupati Paniai Dirusak Sekelompok Orang

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Sekelompok orang melakukan penghadangan dan pengrusakan mobil milik Petahana Bupati Kabupaten Paniai Hengki Kayame di Enarotali, Kabupaten Paniai, Sabtu (10/3/2018) siang.

Dari postingan akun facebook bernama Derek Nawipa memperlihatkan foto sebuah mobil dalam kondisi rusak berat dan ratusan orang berada disekelilingnya. Dalam postingan tersebut tertulis pemalangan terhadap mobil milik petahana Bupati Paniai di depan Sekretariat pasangan calon (paslon) Yehuda Gobai – Yan Tebai yang dilakukan oleh massa dari 3 paslon jalur perseorangan pada Pilkada Paniai.

(Baca Juga: 3 Petahana di Papua Lawan Kotak Kosong)

Dalam postingan ini tertulis 4 tuntutan yakni menuntut agar mencabut gugatan ke Mahkamah Agung (MA) atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), KPUD Paniai segera melanjutkan tahapan pilkada, Panwaslu adalah wasit, dan KPUD Paniai segera menetapkan ke-5 paslon bupati dan wakil bupati yang sudah ditetapkan komisioner KPUD Paniai sebelumnya.

Photo yang diposting dilaman facebook bernama Derek Nawipa (facebook)

Menurut sejumlah sumber Kabartanahpapua.com di Enarotali mengungkapkan kejadian ini dipicu oleh gugatan paslon petahana Hengki Kayame – Yeheskiel Tenouye yang menggugat putusan KPUD Paniai ke Panwaslu karena keberatan dengan lolosnya 3 paslon jalur perseorangan.

Berdasarkan rapat pleno KPUD Paniai pada 12 Februari lalu memutuskan 2 paslon yang diusung partai politik dan 3 paslon dari jalur perseorangan lolos pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Paniai 2018.

Dua paslon jalur partai politik yang lolos yakni paslon Hengki Kayame – Yeheskiel Tenouye yang diusung 7 partai politik dan paslon Meki Nawipa-Oktopianus Gobai yang diusung 2 partai politik. Sementara 3 paslon yang diloloskan dari jalur perseorangan yakni paslon Naftali Yogi – Marten Mote, paslon Yehuda Gobai – Yan Tebai dan paslon Yunus Gobai – Markus Boma.

Terkait kejadian ini, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat ataupun dari Polda Papua. (Ong)

Komentar
Continue Reading
Advertisement