Connect with us

Tanah Papua

Kecam Mengecam Bukan Solusi Bijak Menyelesaikan Persoalan

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kodam XVII Cenderawasih menyesalkan pernyataan sikap Gereja Katolik Keuskupan Agats yang terkesan memojokkan institusi TNI dalam kerusuhan yang terjadi di Distrik (kecamatan) Fayit, Kabupaten Asmat, Senin (27/5/2019) lalu.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menilai pernyataan Keuskupan Agats yang hanya melihat akhir dari sebuah kejadian justru tidak menyelesaikan persoalan. Pernyataan itu, kata Aidi, justru berpotensi menimbulkan disinformasi dan provokasi kepada masyarakat umum.

“Kecam mengecam bukanlah solusi bijak untuk menyelesaikan suatu persoalan. Kerusuhan di Distrik Fayit seharusnya dilihat secara holistik atau menyeluruh sebelum membuat kesimpulan,” ujar Aidi di Jayapura, Jumat (7/6/2019).

(Baca Juga: Keuskupan Agats Kecam Penembakan Warga Saat Kerusuhan di Distrik Fayit)

Kerusuhan di Distrik Fayit yang berujung penembakan yang dilakukan anggota TNI terhadap 5 orang pelaku kerusuhan tentu mengagetkan semua orang, tak terkecuali jajaran Kodam Cenderawasih.
Karena itu, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengambil langkah cepat menghubungi Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua dan Polda Papua untuk membentuk tim investigasi guna mengungkap kejadian yang sebenarnya.

“Sehari setelah kejadian, tim investigasi bersama Bupati Asmat Elisa Kambu sudah berada di Distrik Fayit untuk melakukan investigasi kerusuhan yang mengakibatkan 4 orang tewas dan 1 orang cedera berat,” kata Aidi.

Investigasi yang dipimpin Danrem 174/ATW Brigjen TNI R Agus Abdurrauf didampingi Bupati Asmat berlangsung terbuka dan melibatkan semua pihak. Dalam investigasi itu, kata Aidi, tim meninjau dan mengecek langsung dampak kerusakan akibat kerusuhan. Selanjutnya dilakukan wawancara terhadap saksi-saksi di antaranya korban penyerangan dan penjarahan, pelaku penyerangan, dan oknum TNI yang melakukan penembakan.

Tim juga mengumpulkan berbagai barang bukti senjata tajam yang tertinggal di lokasi kejadian, dan dilanjutkan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan kepolisian bersama perwakilan Komnas HAM dan melibatkan pelaku kerusuhan.

“Seharusnya hanya pihak-pihak yang terlibat langsung dalam investigasi ini yang kompeten untuk memberikan pernyataan dan bukan bermodal informasi dari berbagai pihak yang belum tentu terlibat langsung atau melihat langsung kejadian itu,” papar Aidi.

Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey (kiri) bersama Danrem 174/ATW Brigjen TNI Raden Agus Abdurrauf (kanan) dan Bupati Asmat Elisa Kambu (tengah) memperhatikan anak panah yang dipakai perusuh di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Senin (27/5/2019). (Penerangan Kodam XVII Cenderawasih)

Pelanggaran HAM

Aidi juga menyayangkan pernyataan Keuskupan Agats yang langsung menyimpulkan bahwa TNI telah melakukan pelanggaran HAM dalam kejadian itu. Pernyataan yang terkesan menghakimi itu, menurut Aidi, akibat minimnya informasi terkait kejadian itu dan tanpa melihat awal mula kejadian.

“Kesimpulan Keuskupan Agats telah melampaui kewenangannya, karena hanya pengadilan yang berwenang memutuskan apakah terjadi pelanggaran HAM atau tidak,” ujar Aidi.

(Baca Juga: Kronologis Kerusuhan di Distrik Fayit Versi Keuskupan Agats)

Sebagai bukti keseriusan Kodam Cenderawasih untuk mengungkap kasus tersebut, kata Aidi, anggota TNI yang terlibat akan diadili di Pengadilan Militer. Anggota TNI yang melakukan penembakan sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Pomdam XVII Cenderawasih.

Pada saat yang sama, Polda Papua juga akan melakukan proses hukum terhadap pelaku kerusuhan khususnya provokator yang memicu kerusuhan di Distrik Fayit. “Saat ini proses hukum sedang berlangsung, tentunya butuh waktu dan diharapkan semua pihak bersabar untuk menunggu hasilnya,” tutur Aidi.

Selain proses hukum, kata Aidi, saat ini juga sudah dilakukan proses rekonsiliasi yang difasilitasi Pemda Kabupaten Asmat. Dari rangkaian itu, Kodam Cenderawasih akan menanggung semua biaya pengobatan dan transportasi salah seorang korban luka yang saat ini dirawat di RS Bhayangkara Jayapura.

“Ketika menjenguk Jhon Tatai (25) di RS Bhayangkara, Pangdam Cenderawasih atas nama seluruh prajurit TNI di wilayah Kodam Cenderawasih telah menyampaikan permintaan maaf dan bela sungkawa atas peristiwa yang terjadi di Distrik Fayit,” kata Aidi.

Rumah milik salah seorang anggota DPRD Asmat yang diamuk massa saat kerusuhan di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Senin (27/5/2019). (Penerangan Kodam XVII Cenderawasih)

Minim Kesadaran Hukum

Menurut Aidi, benturan antara aparat TNI-Polri dengan warga sipil di Papua, tidak lepas dari minimnya kesadaran hukum masyarakat sehingga sangat mudah terprovokasi. Situasi ini diperburuk oleh kebiasaan masyarakat membawa senjata tajam yang seharusnya dilarang oleh Undang-Undang (UU).

Tak heran jika ada penyampaian aspirasi kerap berujung aksi anarkis sehingga aparat TNI-Polri yang bertugas dihadapkan pada pilihan sulit antara menjadi korban sia-sia atau terpaksa menjatuhkan korban.

“Ada banyak contoh kejadian di Papua di mana aparat TNI-Polri harus berbenturan dengan masyarakat dan akhirnya jatuh korban jiwa dari pihak aparat atau warga,” ujar Aidi.

(Baca Juga: Ada Apa Di Balik Desakan Tokoh Gereja Mencabut Gelar Adat Mayjen TNI George Supit?)

Saat menghadapi pilihan sulit ketika melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kata Aidi, maka aparat dilindungi oleh UU.

“Pasal 49 ayat (1) Kitab UU Hukum Pidana (KUHP) disebutkan bahwa tindakan yang tidak dipidana jika melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum,” kata Aidi.

Terkait kerusuhan di Distrik Fayit atau kasus serupa, Aidi berharap semua pihak tidak mudah melontarkan pernyataan yang kontra produktif untuk menyelesaikan masalah. Ia mengimbau semua pihak kembali kepada fungsi dan kewenangan masing-masing tanpa harus mencampuri urusan dan kewenangan institusi yang berwenang.

“Ada baiknya gereja dalam fungsi kemasyarakatannya turut membantu menyadarkan masyarakat untuk taat hukum sehingga kasus di Distrik Fayit tidak terulang lagi,” ujar Aidi.

“Keberadaan TNI-Polri tentu bukan bertujuan untuk memerangi masyarakat, tapi untuk menjamin terciptanya kehidupan bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Aidi. (Ong)

Komentar

Tanah Papua

FPHS Palang Pintu Masuk Ruangan Kantor Bupati Mimika

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pintu masuk menuju ruangan Bupati dan Wakil Bupati dan Kabupaten Mimika yang ada di Gedung A, Lantai III, Kantor Sentra Pemerintah SP 3, dipalang oleh Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop Kamis (2/12/202).

Aksi pemalangan tersebut dipimpin oleh Sekretaris II FPHS Tsingwarop Elfinus Omaleng.Pintu tersebut, dipalang dengan papan yang dipuku secara melintang di pintu tersebut.

Elfinus mengatakan, bahwa aksi tersebut mereka lakukan karena sebelumnya, saat pihaknya melakukan aksi demo di Kantor Sentra Pemerintah SP 3, Sekertaris Daerah (Sekda) Mimika Michael Gomar berjanji akan mefasilitasi untuk mempertemukan pihaknya bersama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

Pada saat itu Sekda Mimika melalui telepon seluler dari Jakarta, meminta kepada dirinya agar tidak melakukan aksi demo.

“Waktu itu, kita sampaikan ke orang tua, tidak jadi kita tidur di sini. Besoknya pak Sekda tiba di Timika, dia mengundang saya, pak ketua dan Sekretaris I. Dalam pertemuan pak Sekda bilang dia akan fasilitas pertemuan antara tiga pihak”kata Elfinus.

Lanjut Elfinus, “Beliau bilang dia akan komunikasikan dengan pak bupati dan setelah itu akan panggil kami lagi untuk tindaklanjuti itu. Kami kasih waktu dua hari, tapi setelah dua hari kami telepon pak Sekda dia tidak respon sampai dengan saat ini,”kata Elfinus.

(Baca Juga: FPHS Ancam Unjuk Rasa di OB Kuala Kencana)

Pihaknya tidak akan membuka palang jika Sekda Mimika tidak datang menemui mereka.

Setelah kurang lebih tiga jam lebih melakukan aksi pemalangan, pihak kepolisian Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana merespon lokasi Pemalang.

Dipimpin oleh Kabag Ops Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan dan Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Yakobus Sera Ayatanoi,bertemu dengan pihak FPHS Tsingwarop .

Setelah berkomunikasi dan memberikan pemahaman, akhirnya pihak FPHS Tsingwarop sepakat untuk membuka palang dan meminta kepada pihak kepolisian untuk memfasilitasi agar bertemu dengan pihak pemerintah daerah.

“Petunjuk bapak Kapolres wajib hukumnya kita buka, karena ini adalah etalase pemerintah Kabupaten Mimika. Dimana ini adalah kantor Bupati, Wakil Bupati dan Sekda ada diruangan ini,”kata Dion saat ditemui usai membuka palang kantor.

Aksi pemalangan terhadap fasilitas umum adalah tindakan yang tidak dibenarkan karena melanggar hukum.

“Kita polisi tidak terlibat dalam persoalan mereka. tapi kita fasilitasi. Tugas kita adalah bagaimana kita menjaga Kamtibmas ini dengan aman.Kita sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,ini yang kita lakukan.Sehingga kita datang disini kita komunikasikan sehingga palang dibuka,”kata Dion.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Pemkab Mimika Lakukan Persiapan Evaluasi Smart City Nasional

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika lakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi Smart City secara nasional tahun 2021. Persiapan tersebut dilakukan dengan rapat koordinasi bersama yang dilaksanakan di hotel Serayu, Kamis (2/12/2021).

Evaluasi Smart City secara nasional sendiri dilakukan setiap dua kali dalam satu tahun. Untuk akhir tahun ini merupakan evaluasi yang terakhir di tahun 2021.

Untuk menghadapi evaluasi terakhir di tahun 2021 ini Pemkab Mimika menghadirkan narasumber untuk membantu dalam melakukan evaluasi. Kemudian dalam rapat koordinasi tersebut dilakukan oleh Dewan Smart City dan tim pelaksana Smart City Kabupaten Mimika.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob saat ditemui usai rapat mengatakan, saat ini merupakan berakhirnya master plan Smart City di tahun 2021. Oleh sebab itu dilakukan evaluasi terhadap master plan yang belum dilaksanakan.

“Kita duduk bersama untuk membicarakan perubahan master plan. Sedangkan master plan yang kemarin kita evaluasi,” kata Wabup.

(Baca Juga: Dukung Program Smart City, Kepala Kampung Ajak Warga Nawaripi Mendaftar Ke Telkom Pasang IndiHome)

Sejauh mana pelaksanaan Smart City di Kabupaten Mimika Wabup mengungkapkan, sudah dilakukan tetapi belum terlalu banyak. Pasalnya untuk nilai tertinggi adalah 4 dan Kabupaten Mimika sendiri masih mendapatkan nilai 2 saja.

“Mimika sudah berjalan tetapi belum 100 persen, kita masih sekitar 50 persen. Kita juga masih harus evaluasi,” ungkapnya.

Wabup menegaskan jika ingin Kabupaten Mimika bisa menerapkan Smart City 100 persen maka, harus ada komitmen dari Pemkab Mimika.

“Kita harus komitmen karena tujuan Smart City yang utama adalah bisa melayani masyarakat dengan cepat dan efesien,” tegasnya.

Menurut Wabup ada beberapa OPD yang sudah bagus dalam melaksanakan Smart City. Terutama untuk pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu juga ada beberapa masyarakat yang melakukan Smart City secara inisiatif.

“Disdukcapil sudah bagus dan saya berharap saat ini Dinkes,” ujarnya. (DEN)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

DLH Mimika Maksimalkan Kerja Hadapi Natal dan Tahun Baru

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal kerahkan menggerakkan semua sumber daya baik dari personel hingga alat angkut sampah sehingga pihak DLH akan bekerja maksimal saat Natal dan Tahun baru (Nataru).

“Menjelang Natal dan Tahun Baru kami akan maksimalkan semua personel, kalau biasanya di pagi hari lebih banyak sekitar 80 orang, dan siang hari 20 personel, maka akan kami seimbangkan jadi 60 personel pagi hari dan 40 personel di siang hari,”kata Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika Syahrial saat di temui wartawan di Jalan Hasanuddin, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, volume sampah menjelang Nataru pastinya mengalami peningkatan hingga 30 persen dari 90 ton volume sampah harian, sehingga pihaknya akan menggunakan semua armada yang dimiliki.

“Personel kami kurang lebih ada 230 orang, sedangkan armada dump truck dan ambrol (bak sampah) sekitar 25 unit. Sekarang ada armada yang diistirahatkan namun akan kami gunakan semua, supaya jangan ada sampah yang berceceran dan menumpuk dipinggir jalan,”ujarnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Jalan Santai Bersama Mewarnai Hari Bakti PUPR ke 76 di Jayapura

Published

on

By

JAYAPURA,KTP.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang Propinsi Papua, Gerius One Yoman, S.Pd.,M.Si secara resmi membuka acara Jalan santai Keluarga Besar PUPR Jayapura dalam rangka memperingati Hari Bakti PU ke 76 dengan Jalan Santai di Kota Jayapura. Rabu, (01/12).

Dalam sambutan singkat sebelum melepaskan peserta Jalan santai, Yoman mengatakan, acara Tahunan ini, merupakan momen kebangkitan bersama Keluarga besar PUPR dibawah Kementrian PUPR Republik Indonesia yang akan jatuh pada besok nanti, tanggal tiga Desember namun sudah dimeriahkan dengan jalan santai dan sejumlah doorpice yang ada. Hal itu dikatan Yoman dalam sambutnya, di depan halaman Kantor Dinas PUPR dan Tata Ruang, jalan Sumatera, No. 15, Mandala Jayapura. Rabu, (01/12).

Dikatakan, pada 03 Desember nanti, di Hari Jadi yang ke 76 itu, Kementrian PUPR mengusung Tema, “Sigap Membangun Negeri”. Yang mana, tambah Yoman akan diperingati oleh seluruh Instansi Organisasi Pemerintahan dibawah naungan Kementerian PUPR baik vertikal maupun Horizontal.

“Secara khusus di Provinsi Papua, pada Harini, kami sangat berterima kasih kepada semua yang hadir dan terlibat di acara ini. Baik kepada Instansi vertikal dan horizontal bersama seluruh keluarga besar PUPR di Papua khususnya Jayapura,” ucap Yoman.

Dirinya berharap agar dengan semangat “giat membangun negeri,” itu, seluruh organisasi Dibawah naungan kementerian PUPR tetap sigap dalam membangun negeri, walapun di masa Pandemic Covid-19 yang sedang berlangsung ini.

Secara khusus Tamba Yoman, khusunya Dinas PUPR beserta seluruh kantor PUPR yang berada di wilayah Administrasi Pemerintahan Propinsi Papua, harus dan tetap sigap dalam membangun Negeri terutama infrastruktur Dasar Bidang Bina Marga. Dengan demikian, pastinya setiap protokol kesehatan tetap diperhatikan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing, baik dalam berkantor maupun di lapangan.

(Baca Juga: Pemda Provinsi Papua Kutuk Kekerasan Bersenjata di Kabupaten Puncak)

“Semua Peserta baik yang berstatus Asosiasi Negeri Sipil (Asn) pegawai tidak tetap atau honorer dan semua yang terlibat agar tetap mengikuti arahan panitia sekaligus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku”, tutupnya.

Selain itu, sambutan yang sama pula, dari Kepala Balai Prasarana Permukiman wilayah Papua, DR. Corneles Sagrim, ST.,MMT Bahwa dirinya sangat mengapresiasi semangat keluarga besar PUPR yang tergabung dalam semarak jalan santai itu.

“kami senang karena pada hari ini, kita semua suami atau istri maupun anak-anak bisa tergabung ikut ambil bagian bersama dalam acara ini,” ucap Sagrim.

Menurut Sagrim, semua yang hadir adalah keluarga besar PUPR di Jayapura. Sehingga melalui acara yang sederhana ini, selain menjalin silahturahmi, juga menjaga kebugaran dan kekeluargaan pada setiap instansi organsiasi yang ada dibawah naungan kementerian PUPR.

Acara Jalan santai itu mengambil rute, dari Kantor dinas PUPR jalan Sumatera, menuju jalan Samratulangi (Polda Papua), lanjut ke depan Kantor Gubernur, Jalan Sao Soa dok II dan finish kembali ke Jalan Sumatera Dok IV Kantor PUPR. Selanjutnya diikuti dengan acara doorpice, nyanyian dan hiburan bersama.

Untuk memperingati Hari Bakti kementrian PUPR yang akan jatuh pada 03 Desember nanti, akan dilakukan upacara bersama seluruh Kantor Dinas, Balai dan undangan lainya yang dipusatkan di Kantor Dinas PUPR dan Tata Ruang Propinsi Papua, Jalan Sumatera Dok. IV. (EDDY) .

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua3 jam ago

FPHS Palang Pintu Masuk Ruangan Kantor Bupati Mimika

TIMIKA,KTP.com – Pintu masuk menuju ruangan Bupati dan Wakil Bupati dan Kabupaten Mimika yang ada di Gedung A, Lantai III,...

Tanah Papua4 jam ago

Pemkab Mimika Lakukan Persiapan Evaluasi Smart City Nasional

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika lakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi Smart City secara nasional tahun 2021. Persiapan tersebut dilakukan dengan rapat...

Tanah Papua14 jam ago

DLH Mimika Maksimalkan Kerja Hadapi Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal kerahkan menggerakkan semua sumber daya baik dari personel hingga alat angkut sampah sehingga...

Tanah Papua17 jam ago

Jalan Santai Bersama Mewarnai Hari Bakti PUPR ke 76 di Jayapura

JAYAPURA,KTP.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang Propinsi Papua, Gerius One Yoman, S.Pd.,M.Si secara resmi membuka acara Jalan...

Tanah Papua1 hari ago

1 Desember Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakapolres Mimika Kompol Saraju, mengatakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah seluruh Polres Mimika, berjalan aman...

Tanah Papua2 hari ago

BPN Mimika Gelar Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria

TIMIKA,KTP.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mimika menggelar rapat koordinasi tim gugus reforma agraria Mimika bersama dengan Dinas terkait dari...

Tanah Papua2 hari ago

Aparat TNI-Polri di Timika Gelar Apel Kesiapsiagaan Jelang Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Aparat TNI-Polri melaksanakan apel kesiapsiagaan TNI-POLRI dalam rangka menyambut perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Apel kesiapsiagaan...

Tanah Papua3 hari ago

Jelang 1 Desember Situasi Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Mimika, Komisaris Polisi Saraju, mengatakan bahwa situasi Kamtibmas di Kabupaten Mimika, menjelang 1...

Tanah Papua3 hari ago

Marakanya Permain Meriam Mini dan Petasan, Orang Tua Diajak Awasi Anaknya

TIMIKA,KTP.com – Permainan meriam mini yang dirakit secar manual menggunakan botol plastik bekas ataupun pipa paralon kemudian dibakar menggunakan spiritus...

Tanah Papua3 hari ago

Pemkab Mimika Gelar Upacara HUT Korpri Ke 50

TIMIKA,KTP.com – Peringati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) ke-50 Pemerintah Kabupaten Mimika mengelar ucapara di Pusat...

Tanah Papua

Advertisement

Trending