Connect with us

Tanah Papua

Bagian Dari Tahapan Riskesdas,Dinkes Mimika dan PTFI Gelar Pelatihan Enumerator

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di dukung PT Freeport Indonesia menyelenggarakan pelatihan tenaga Enumerator Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di hotel Horison Diana, Jumat (2/11/2021)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra saat ditemui usai pembukaan pelatihan mengatakan, enumerator ini sangat penting karena enumerator ini nantinya akan berperan sangat penting dan ujung tombak dalam pengumpulan data.

Data Riskesdas diperlukan untuk memberikan informasi pencapaian hasil pembangunan kesehatan yang telah dilakukan, sehingga dapat mendukung penyusunan kebijakan serta program dan kegiatan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran.

“Untuk mencapai hasil Riskesdas yang optimal maka diperlukan Penanggung Jawab Teknis (PJT) Kabupaten/Kota yang berkompeten sebagai ujung tombak kegiatan pengumpulan data, bersama dengan enumerator,” tuturnya.

Menurutnya, mini Riskesdas yang diinisiasi oleh pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan ini didukung penuh dan dibiayai oleh PTFI.

Riskesdas merupakan penelitian bidang kesehatan berbasis komunitas yang hasilnya dapat menggambarkan status kesehatan di tingkat kabupaten/kota. Data kesehatan yang dikumpulkan meliputi penyakit menular, penyakit tidak menular, cedera, disabilitas,kesehatan gigi-mulut, kesehatan jiwa, kesehatan ibu, kesehatan remaja putri, kesehatan anak, tumbuh kembang anak, perilaku hidup bersih, pengetahuan HIV, kesehatan lingkungan, jaminan pemeliharaan kesehatan, akses pelayanan kesehatan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional.

“Jadi yang di potret dari Riskesdas adalah, apakah terjadi peningkatan terhadap derajat kesehatan masyarakat, misalnya cakupan pelayanan ibu hamil, cakupan anak balita, bagaimana dengan Covid-19, stunting, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan lingkungan, juga ingin mengetahui apakah masih ada kendala terkait akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan,”ujarnya

Selain itu Riskesdas juga ingin memotret pelayanan kesehatan dan upaya apakah terjadi perubahan pada perilaku masyarakat, misalnya buang air besar sembarangan masih terjadi atau tidak, cuci tangan pakai sabun apakah efektif diterapkan atau tidak, termasuk faktor lingkungan yang paling mempengaruhi kesehatan lingkungan.

(Baca Juga: Kadinkes Mimika Reynold Ubra: Kasus Covid Di Mimika Turun Drastis)

Ia menambahkan, dari 500an Kabupaten/Kota di Indonesia, Mimika menjadi satu- satunya Kabupaten yang melakukan mini riskesdas. Riskesdas dilakukan dengan wawancara, biomedis dan pengambilan spesimen.

Reynold menyebut masyarakat yang berkontribusi pada riskesdas itu artinya masyarakat telah membantu pemerintah daerah untuk mendesain pelayanan kesehatan kedepan termasuk memberikan masukan kepada PTFI, YPMAK apa yang telah dilakukan, apa saja yang perlu di perbaiki dan apa yang Perlu di pertahankan.

“Sasaran riskesdas terdapat 36 Kampung, dimana pada tahap Pertama akan ada 11 kampung. Riset akan dilakukan secara acak. Kode etik penelitian telah disetujui kementerian kesehatan melalui Litbangkes sehingga riset ini betul-betul punya aspek legalitas. Bulan Maret kami sudah bisa launching Riskesdas dan riset segera dilakukan,”tuturnya.

Ia mengapresiasi penuh PTFI yang telah mendukung penuh kegiatan Riskesdas. Pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Freeport Indonesia yang telah memberikan suport yang luar biasa untuk kegiatan ini.

“Saya sangat berharap ada dukungan juga dari Pihak Distrik juga para Kepala Kampung. Sebelumnya kami sudah melakukan pertemuan dengan pihak Distrik, Kepala Kampung dan pihak-pihak terkait dan mereka semua mendukung, kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak,”ungkapnya.

Sementara itu Manager Corporate Communications PT Freeport Indonesia Kerry Yarangga sebut PTFI juga ikut mendukung dalam kegiatan ini dengan melibatkan 20 tenaga enumerator dari PTFI untuk terlibat dalam tim riskesdas.

“20 tenaga enumerator dari PTFI akan bergabung dengan 70 tim riskesdas yang akan turun ke lapangan untuk melakukan riset kesehatan dasar di 31 kampung yang dipilih secara acak,” ujar Kerry.(DEN)

Komentar