Tanah Papua
Resmi Beroperasi, Pelabuhan Depapre Khusus Layani Tol Laut
SENTANI, KTP.com – Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw meresmikan beroperasinya Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura, Rabu (27/1/2021). Peresmian pelabuhan ini ditandai dengan berlabuhnya kapal tol laut KM Logistik Nusantara 2 yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Cris Kuntadi dalam peresmian itu mengatakan kehadiran pelabuhan ini dalam rangka meningkatkan konektivitas, pemerataan, dan daya saing di wilayah Indonesia timur.
“Pelabuhan ini akan menjadi penyangga program multimoda sebagaimana yang telah dilaksanakan di Timika, yaitu program tol laut terkoneksi program jembatan udara,” ujar Cris dalam keterangan tertulis Kamis (28/1/2021).
(Baca Juga: Belum Sesuai Harapan, Presiden Desak Jajarannya Benahi Program Tol Laut)
Beroperasinya pelabuhan ini, kata Cris, akan menunjang Pelabuhan Jayapura yang sudah padat dan cukup mempengaruhi aktivitas Kota Jayapura.
“Barang dari Pelabuhan Depapre langsung diangkut menggunakan truk melalui program subsidi angkutan jalan ke Bandar Udara Sentani Jayapura. Selanjutnya akan diangkut dengan pesawat ke wilayah pegunungan melalui program jembatan udara,” paparnya.
Terkoneksinya program tol laut dengan jembatan udara diharapkan dapat memangkas disparitas harga-harga barang di wilayah pedalaman. “Ini membuktikan bahwa negara hadir untuk menyejahterakan masyarakat di Papua,” ucapnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terus berupaya meningkatkan kemampuan pelabuhan ini guna memperlancar arus barang sehingga dapat menurunkan biaya logistik.
“Pelabuhan Depapre ini berperan dalam pemerataan pembangunan karena masuk dalam daerah katagori 3 TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan),” katanya.
Pelabuhan Baru
Tol laut merupakan salah satu program strategis prioritas nasional tahun 2021 dengan mengoperasikan 32 rute. Salah satu dari rute tersebut adalah rute lingkar Papua dengan kode trayek T-19 yang melayani Merauke – Fakfak – Sorong – Supiori – Kabupaten Jayapura.
“Penetapan rute ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat,” kata Cris.
Sebelum mengoperasikan rute ini, pemerintah lebih dulu membangun pelabuhan baru agar dapat disinggahi kapal yang berbobot besar. Pelabuhan itu di antaranya Pelabuhan Kokas di Kabupaten Fakfak, Korido di Supiori, dan Depapre di Kabupaten Jayapura.
“Rute ini belum pernah ada sebelumnya, baik tol laut maupun komersil. Ini dalam rangka ships promote the trade,” katanya.
(Baca Juga: Pengusaha di Surabaya Keluhkan Efektivitas Tol Laut ke Papua)
Hadirnya rute ini diharapkan akan mendongkrak perdagangan antar-daerah di Papua dan Papua Barat. Ia mencontohkan Merauke yang surplus beras sementara Jayapura membutuhkan pasokan beras.
“Daripada mereka kirim (beras) ke Jawa kemudian kirim balik lagi ke sini, itu kan namanya dua kali kerja, dan itu yang terjadi selama ini,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat memanfaatkan peluang ini untuk memasarkan produk unggulannya ke daerah lain.
“Misalnya di sektor peternakan, kita punya sapi banyak. Bisa dipotong di sini, nanti dari pihak PT Pelni akan menyediakan kontainer yang ada pendinginnya. Jadi di sini di-packing lalu masukkan ke kontainer pendingin dan langsung dikirim ke tempat lain,” katanya.
Sejarah Maritim
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menhub Bidang Keamanan Kemaritiman Mayjen TNI Mar (Purn) Buyung Lalana mengatakan berlabuhnya KM Logistik Nusantara 2 di Pelabuhan Depapre menjadi peristiwa bersejarah di Tanah Papua.
Seperti diketahui, kapal kontainer berbobot 3.901 DWT ini menjadi kapal penugasan tol laut untuk trayek T-19.
“Hari ini merupakan hari yang sangat penting dalam sejarah maritim Indonesia, karena telah hadir sebuah kapal yang melintasi selatan Papua (Merauke) sampai ke utara Papua (Jayapura),” ujar Buyung.
(Baca Juga: Program Subsidi Angkutan Udara Perintis Berlanjut, 14 Korwil Tandatangani Kontrak Kerja Sama)
Kehadiran kapal berbobot besar ini diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat serta membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan. Ia berpesan kepada semua stakeholder untuk memastikan program tol laut ini terkoneksi dengan baik dengan program jembatan udara.
“Semoga evolusi konektivitas yang sangat komplek ini dapat membawa iklim positif pada perkembangan ekosistim logistik di indonesia. Hal inilah yang diharapkan berujung peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Sebagai informasi, KM Logistik Nusantara 2 mengawali pelayarannya dari Kabupaten Merauke pada Kamis (14/1/2021) dengan membawa muatan 21 kontainer. Kapal ini singgah di Pelabuhan Kokas Kabupaten Fakfak, Papua Barat pada Kamis (21/1/2021).
Selanjutnya tiba di Pelabuhan Sorong pada Sabtu (23/1/2021) dan Pelabuhan Korido Kabupaten Supiori pada Minggu (24/1/2021). Kapal ini melanjutkan pelayaran ke Depapre pada Senin (25/1/2021) pukul 08.45 WIT. (MAS/FOX)
















