Tanah Papua
Pemda Mimika Sudah Memulangkan 670 Pengungsi ke Banti dan Opitawak
TIMIKA, KTP.com – Pemda Kabupaten Mimika dibantu TNI-Polri dan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah memulangkan 670 pengungsi ke Distrik (kecamatan) Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan para pengungsi diangkut ke Tembagapura menggunakan bus yang disediakan PTFI.
Untuk diketahui, satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Timika dengan Tembagapura yaitu melalui jalan tambang yang cukup berat menggunakan mobil dengan spesifikasi tertentu.
“Pemulangan warga kampung Banti 1, Banti 2, dan Opitawak ini sudah dilakukan secara bertahap sejak Rabu (20/1/2021) pekan lalu,” ujar John Rettob di Timika, Kamis (28/1/2021).
(Baca Juga: 137 Warga Pengungsi Dipulangkan ke Tembagapura)
Awal Maret lalu, seribuan lebih warga dari tiga kampung di Tembagapura terpaksa mengungsi ke Timika karena takut dengan kehadiran kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). Para pengungsi ditempatkan di sejumlah lokasi penampungan, namun ada juga yang memilih tinggal bersama kerabat di Timika.
Setelah situasi Tembagapura kembali kondusif, keinginan pengungsi untuk kembali ke daerah asalnya terkendala pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19. Sempat tertunda beberapa kali, akhirnya Pemda Mimika bersama PTFI sepakat memulangkan pengungsi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Untuk bisa kembali ke kampung, mereka wajib melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan identitas kependudukan,” kata John.
(Baca Juga: Pemda dan PTFI Siap Pulangkan Pengungsi Asal Lolos Tes Covid-19)
Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan khususnya Covid-19, para pengungsi ini mulai diangkut secara bertahap menggunakan bus PTFI sejak pekan lalu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 670 orang yang sudah dipulangkan ke Tembagapura.
“Sampai saat ini masih ada warga yang belum bisa kembali ke kampung karena beberapa alasan. Ada pelajar yang masih sekolah di Timika, ada juga karena sakit, dan ada yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga masih diurus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil),” paparnya.
Laporan dari petugas distrik, kata John, semua pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka sempat diinapkan di gedung SD dan SMP di Banti karena rumah mereka harus dibersihkan setelah ditinggal kurang lebih 10 bulan.
“Sekarang mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Menyangkut kebutuhan air minum sudah tidak ada masalah. Kendala tersisa yaitu masalah penerangan listrik karena PLTA yang ada di Banti butuh perbaikan yang cukup lama,” katanya.

Sejumlah personel Polri bersama TNI melakukan pemeriksaan data kesehatan para pengungsi yang akan dipulangkan ke Distrik Tembagapura. (ist)
Sarana Pendukung
John menyampaikan apresiasi kepada PTFI yang telah menyediakan sarana pendukung berupa bangunan kios serta rumah untuk pelayanan kesehatan bagi warga di Banti dan sekitarnya.
Dengan adanya kios tersebut, warga Banti dan Opitawak tidak perlu ke Tembagapura untuk membeli kebutuhan pokok.
“Pemda juga berencana untuk mengirim petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan bagi warga di sana,” ujarnya.
(Baca Juga: Pengungsi Desak Pemda Mimika Serius Urus Kepulangan Mereka)
Selain itu, kata John, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Bank Papua untuk memberikan pelayanan langsung di Banti sehingga warga tidak perlu datang ke Tembagapura.
“Pada prinsipnya Bank Papua siap untuk memberikan pelayanan itu dan akan dimulai pada Selasa atau Rabu pekan depan,” pungkasnya. (REX)

















